VIDEO : Tertangkap Polisi, Bandar Sabu Buang Barang Bukti

113

MATARAM-Terduga bandar sabu berinisial LMR, 33 tahun, diringkus Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram, Minggu malam (28/11). Pria asal Bertais, Kelurahan Mandalika, Mataram, itu ditangkap di wilayah Karang Bagu, Cakranegara. ”Pelaku ini sudah lama kita incar,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi di dampingi Kasatresnarkoba AKP I Made Yogi Purusa Utama, kemarin (29/11).

Saat hendak ditangkap, pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu berupaya melarikan diri. Dia memacu motornya ke arah utara. Tapi di pertigaan Karang Taliwang, polisi berhasil membekuknya.

”Saat memiliki kesempatan untuk kabur, pelaku ini membuang barang bukti dan dilihat langsung oleh anggota,” jelasnya.

Awalnya, LMR tidak mengakui pernah membuang barang bukti sabu. Namun setelah diperlihatkan bukti dia tidak bisa mengelak. “Dia membuang barang bukti sabu yang dibungkus kertas kresek warna hitam,” kata Heri.

Sebelum membuka bungkusan itu, polisi berkoordinasi dengan aparat lingkungan setempat. Setelah dibuka ditemukan lima poket sabu. Satu poket berukuran besar. “Setelah ditimbang berat bruotnya 54 gram atau setengah ons lebih,” jelasnya.

Polisi juga menyita handphone yang digunakan untuk melakukan transaksi. Di saku celana LMR ditemukan uang Rp 5 juta yang duga hasil penjualan sabu.

Heri mengatakan, LMR sudah diburu sejak bulan lalu. Dia diduga kerap melakukan transaksi di Karang Bagu. ”Dia beli di Karang Bagu. Jualnya juga di situ,” ungkapnya.

Pelaku mulai menjual sabu sejak empat bulan lalu. Biasanya dia melakukan transaksi dalam jumlah besar. ”Biasanya melakukan transaksi di atas 1 ons,” ungkapnya.

Menurut Heri, bila sabu dijual seharga Rp 1,4 juta per gram, berarti harga sabu milik LMR Rp 75 juta lebih. ”Kalau yang terdampak dari jumlah barang bukti milik pelaku bisa mencapai 500 orang,” jelasnya.

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan. Menelusuri dari mana LMR mengambil barang haram tersebut. “Kita belum bisa pastikan dari siapa dia mengambil barang itu. Karena pelaku masih memberikan penjelasan mutar-mutar,” kata Heri.

Kini LMR terancam hukuman 20 tahun penjara. Dia dijerat pasal 114 dan atau pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

LMR sendiri telah mengaku membuang sabu itu untuk menghilangkan jejak. ”Sengaja saya buang,” jawab LMR saat ditanya Yogi.

Dia mulai mengedarkan sabu sejak empat bulan lalu. Awalnya hanya memakai. Membeli di Karang Bagu dan dijual di Karang Bagu juga. ”Saya jual sabu hanya untuk beli rokok,” akunya. (arl/r1)