Video Protes Warga Karang Nangka, Tanam Pohon di Jalanan Rusak

TANJUNG– Aksi tanam pohon pisang di jalan rusak kembali dilakukan warga. Kali ini dilakukan warga Dusun Karang Nangka, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Selain pohon pisang, warga juga menanam jarak Belanda.

Salah seorang warga Karang Nangka Mukhtar Rahim menuturkan, akses jalan dusun ini tidak kunjung mendapat perhatian. Program desa, dinas, hingga aspirasi dewan tidak ada yang diarahkan untuk memperbaiki jalan rusak tersebut.

“Pemerintah juga tidak pernah turun (melihat kondisi jalan),” sebut Mukhtar.

Mukhtar menegaskan, warga menginginkan agar jalan tersebut segera diperbaiki. Apalagi jalan tersebut cukup sering dilintasi warga.

Kesal karena jalan tidak kunjung diperbaiki, sejumlah warga akhirnya menanam tanaman pisang di jalan yang rusak. Mukhtar mengaku mendukung aksi tersebut.

“Kami tidak akan cabut sampai diperbaiki,” tegas dia.

Warga lainnya Adi Putra mengatakan, jika tidak diaspal setidaknya ada bantuan semen dan lainnya untuk memperbaiki jalan tersebut. Sehingga jalan ini bisa dilalui dengan aman.

Menurutnya banyak murid di PAUD Mekar Sari yang harus melintas di jalan ini menuju sekolahnya. “Anak-anak tidak berani lewat ketika diantar pakai motor. Mereka minta jalan kaki saja pada orang tuanya,” ungkap Adi.

Kata Adi, ketakutan tersebut bukannya tidak beralasan. Sebab sebelumnya sudah ada kejadian murid yang kecelakaan di jalan tersebut.

“Mereka trauma, apalagi kalau hujan pasti banjir jalan itu,” sambung dia.

Selain perbaikan jalan, ia juga meminta agar pemerintah memperbaiki drainase di pinggir jalan tersebut. Drainase itu sudah sangat dangkal, karena tertutup tanah. Hal ini membuat air meluap ke jalan dan menimbulkan banjir saat hujan lebat.

Kepala Dusun Karang Nangka Sunardi mengatakan, aksi penanaman pohon pisang itu dilakukan secara spontan oleh warganya. “Saya tidak bisa salahkan siapa-siapa, itu bentuk aspirasi masyarakat,” ujar dia

Menurut dia, akses jalan di Dusun Karang Nangka memang kurang diperhatikan pemerintah. Jalur jalan ini memutar dari pertigaan Kuburan Karang Nangka atau perempatan samping SD hingga ke pertigaan Dusun Getak Gali.

“Dulu sempat diaspal lapen, tapi rusak. Keinginan masyarakat sekedar dirabat,” aku dia

Terpisah Plt Kepala Dinas PUPR Lombok Utara Kahar Rizal menyatakan akan berupaya mencari solusi penanganan jalan di Dusun Karang Nangka. Namun kemungkinan besar perbaikan jalan tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Sebab APBD sudah berjalan dan tidak terdapat porsi anggaran untuk jalan dusun tersebut.

“Jalan di Karang Nangka akan kita pikirkan, tentu dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa. Apakah cukup dengan swakelola atau pihak ketiga, karena kita juga perlu lihat besaran anggarannya,” jelas dia.

Ia juga berharap adanya kesamaan visi dalam mendukung jalan desa ataupun jalan nonstatus. Sinergi antara Bappeda, pemdes, dewan dan instansi teknis diakuinya penting untuk menangani fisik jalan yang tidak bisa dicover melalui mekanisme lelang. (fer/r4)