VIDEO : Tim Gabungan Bongkar Sindikat Pengiriman 3,3 Kilo Sabu ke NTB

MATARAM-Provinsi NTB kembali kemasukan narkoba jenis sabu. Jumlahnya cukup fantastis. 3,33 kilogram. ” Ini sejarah di NTB. Karena sebelumnya tidak pernah dilakukan pengungkapan sebesar ini,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal saat jumpa pers, Kamis (2/7).

Kasus ini dapat kegigihan tim gabungan  Polresta Mataram, Polda NTB, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB. ”Saya apresiasi setinggi-tingginya terhadap anggota yang mengungkap kasus ini,” sanjungnya.

Pengungkapan ini merupakan kado terindah di HUT Bhayangkara ke-74 untuk masyarakat NTB. ”Pengungkapan ini adalah untuk menjawab kesungguhan jajaran BNN, Polda NTB, dan Polresta Mataram,” ungkapnya.

Jenderal bintang dua tersebut menegaskan, polisi dan BNN harus bertindak tegas terhadap pelaku peredaran narkoba. Jaringan para pengedar dan bandar ini telah merusak generasi bangsa. ”Tidak ada ruang bagi para pengedar narkoba di NTB ini,” jelasnya.

Tim berhasil meringkus empat orang. Berinisial SH, DDP, ZU, dan seorang perempuan berinsial SU. Satu. ”Diduga mereka itu meruapakan jaringan antar provinsi,” jelasnya.

Saat ini, tim sedang bekerja melakukan pengembangan. Dimungkinkan, bakal ada barang bukti yang lebih besar lagi. ”Ini masih pengembangan. Terkait dengan proses penyelidikannya saya tidak bisa sampaikan. Itu bersifat rahasia,” kata Kapolda.

Dari pengungkapan itu, penyelidik bisa mengembangkan ke semua para pengedar.  BNN dan Polda NTB beserta polres jajaran akan terus bersatu untuk menekan angka peredaran narkoba di NTB, khususnya di Kota Mataram. ”Karena memang epicentrum peredaran narkoba banyak dilakukan di Mataram,” ungkapnya.

Kepala BNN NTB Brigjen Pol Sugianyar juga mengapresiasi jajaran Polda NTB telah berhasil mengungkap penyelundupan narkoba ke NTB. Pengungkapan itu menjadi sejarah sepanjang penangkapan kasus narkoba di NTB. ”Terakhir, kami dari BNN baru bisa mengungkap sebanyak dua kilogram,” kata Sugianyar.

Dia menjelaskan, sesuai instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),  kepolisian dan BNN diminta untuk menekan suplai dan permintaan. ”Polda NTB dan jajarannya sudah melakukan itu. Kita merasakan kontribusi Polda NTB untuk menekan peredarang gelap narkoba,” jelasnya.

Khusus untuk BNN, diamanatkan bukan hanya untuk penegakan hukum. Mereka juga melakukan pencegahan. ”Saya berharap tim yang sudah dibentuk makin solid dan bisa mengungkap jaringan narkoba yang lebih besar lagi,” harapnya.

Dirnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra R mengatakan, Polda NTB tetap akan memback up untuk proses pengembangan. Penyelidikan akan tetap dilakukan di Polresta Mataram. ”Kami sudah sepakat untuk berjalan bersama untuk melakukan pengembangan,” kata Helmi.

Polda dan BNN NTB sudah sepakat untuk memerangi narkoba. Semua bandar dan pengedar harus ditindak tegas. ”Target kita cuma satu. Tukang jual sabu-sabu,” tegasnya.

”Dimanapun kalian berada. Pasti kita cari para bandar dan pengedar. Dan pasti temukan kalian,” ucapnya.

”Kalian bisa lari. Tetapi tidak bisa sembunyi dari kita,” kata dia.

Para pengedar ini memiliki target. Bukan saja kawasan wisata. ”Yang pasti sasaran mereka adalah para pengguna. Dari level yang paling bawah hingga paling atas,” jelasnya.

Helmi enggan menyebutkan barang haram tersebut dikirim dari provinsi mana. ”Kalau kita kasih tahu, nanti yang mengirim tahu,” ungkapnya.

Jaringan ini sudah beberapa kali mengirim sabu ke NTB. Namun, baru kali ini ditangkap. ”Sudah lebih dari ini mereka menerima kiriman sabu dari provinsi lain,” terangnya.

Helmi mengungkapkan dari keempat orang yang diamankan itu, satu orang yang dinyatakan positif. Yakni, terduga pelaku berinsial DDP.

Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson mengatakan, pengungkapan dilakukan pada Senin  (29/6) lalu. Berawal dari laporan masyarakat. ”Narkoba yang dibawa itu sudah kita pantau sebelumya,” jelasnya.

SH yang membawa barang itu sudah dipantau di salah satu mall di Kota Mataram. Namun, SH cukup lihai dan berhati-hati untuk menyerahkan barang langsung ke pemiliknya. ”Dia bawa barang itu cukup lama. Dia yang menggunakan sepeda motor muter-muter di dalam kota,” bebernya.

Untuk menghindari petugas, SH masuk ke dalam gang-gang. Tetapi, masih tetap dalam pantauan tim.

Tepatnya di jalan Amir Hamzah, Karang Sukun Mataram, pelaku menemukan jalan buntu. Dia tidak bisa melewati jalan tersebut karena ditutup portal. ”Pelaku pun mencoba untuk melewati portal jalan itu dengan memiringkan sepeda motornya,” jelasnya.

Namun, diketahui warga. Dan sempat ditanya masyarakat terkait barang yang dibawanya. ”Lalu, SH membuang barang tersebut ke pinggir jalan,” bebernya.

Tim yang sudah memonitor langsung membekuk pelaku. Ternyata, dugaan tim Satnarkoba Polresta Mataram benar. ”SH membawa sabu paketan besar. Yang setelah kita timbang beratnya 3,3 kilogram,” bebernya.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan sembilan bungkusan sabu dalam jumlah besar. Bungkusan tersebut disamarkan dengan lakban hitam. ”Kita amankan barang bukti yang dibuangnya,” ujarnya.

Selanjutnya, tim menggeledah rumah  SH. Ditemukan beberapa barang bukti dua buku tabungan dan lainnya. ”Kita masih telusuri transaksi keuangannya,” ujarnya.

Dari penangkapan SH itu, tim Satnarkoba Polresta Mataram bersama Ditresnarkoba Polda NTB berkoordinasi untuk melakukan pengembangan. Setelah diinterogasi, barang tersebut merupakan pesanan seseorang. ”Kita cari siapa saja yang memiliki hubungan dengan SH,” jelasnya.

Tim lalu melakukan pengembangan dan menangkap tiga orang berinisial DDP, ZU dan seorang perempuan berinsial SU. Mereka ditangkap di sekitar Selagalas, Kota Mataram, pada Rabu (1/7) lalu. ”Kita amankan mereka karena ada komunikasi dengan SH. Kita masih melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Dari pengakuannya, SH sudah beberapa kali menerima pengiriman narkoba. Mulai dari Juli 2019 hingga sekarang. ”Awalnya dia hanya membawa sabu ukuran ons. Tetapi, sekarang sudah mainannya kilogram,” bebernya.

Diperkirakan total sabu yang sudah dikirimnya sejak Juli 2019 itu mencapai 10 kilogram. ”Hampir setiap minggu dia membawa barang kiriman sabu,” jelasnya.

Dia tidak mendapatkan upah dalam bentuk uang disetiap pengirimannya. Namun, ditukar dengan narkoba. ”Dia tidak mengambil uang. Dia mengambil sabu. Dan diedarkan di wilayah Mataram,” ujarnya.

Dari hasil penjualan sabu itulah dia menabung. Dia bisa membeli rumah dan perabotannya.“ SH sudah memiliki dua rumah dari hasil bisnis narkobanya,” ungkapnya.

Dia menjadi kurir dan pengedar sabu itu digunakan untuk menambah modal nikah. Karena, sepekan lagi SH akan menikah dengan SU. ”SH dan SU statusnya berpacaran. Mereka sudah mempersiapkan resepsi pernikahannya pekan depan,” kata Elyas.

Namun, sayang upayanya untuk menggelar pernikahan tertunda. Lantaran, SH ditangkap polisi. ”Mereka berdua kami tahan,” kata dia.

Saat ini, penyelidik baru menetapkan satu tersangka. Yakni, SH. “Sementara tiga orang masih berstatus sebagai saksi,” ungkapnya.

Dari perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), pasal 132 ayat (1), dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang Narkotika. (arl/r2)