alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

VIDEO : Polda NTB Bongkar Penyelundupan 2 Kg Sabu di Cakranegara

Penderita rabun ayam bakal sulit melihat jika kekurangan sumber cahaya. Tetapi, kekurangan para penderita penyakit tersebut malah  dimanfaatkan oleh para bandar narkoba. Untuk menyelundupkan sabu.

—————————

Tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB bergerak ke wilayah Cakranegara sekitar pukul 02.10 Wita, Kamis (30/7). Mereka mendapatkan informasi ada penyelundupan narkoba dari Medan, Sumatera Utara.

Tim khusus yang dipimpin AKP I Made Yogi Purusa Utama meminta tim untuk menyebar. Informasinya, kurir bersama dua cewek akan bepergian menggunakan taksi online.

Tepatnya, di Jalan Sriwijaya, mobil yang ditumpangi kurir tersebut dihentikan. Handphone mereka disita.

Tim meminta mereka kembali ke hotel tempatnya menginap. Tepatnya di Jalan Palapa, Cakranegara.

Ketika keluar dari mobil, kurir berinisial MF alias Panji ditenteng dua perempuan berinisial LRM alias Rita dan RS alias Ayu . ”Saya tidak bisa melihat,” kata Panji sambil digiring dan dikawal tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB menuju lobi hotel.

Setelah dicek ternyata Panji menderita rabun ayam.  Dua perempuan itu bertugas menentengnya dan sebagai penghubung komunikasi dengan pemesan barang berinisial MK alias Gemok.

Di dalam mobil tersebut terdapat dua koper. Berwarna hitam dan pink. Sebelum digeledah, dua anjing pelacak dari K-9 Polda NTB diturunkan.

Anjing pelacak terus mengendus koper yang diduga didalamnya berisi sabu. Anjing tersebut terus mencium koper sambil menggonggong. ”Coba bongkar,” perintah Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf.

Dua koper itu dibongkar di lobi hotel. Disaksikan petugas hotel.

Koper berwarna hitam terlebih dahulu dibuka. Didalamnya terdapat baju dan 10 botol bedak mereka Enchanteur.

Satu per satu botol bedak tersebut dibuka. Didalamnya masing-masing berisi bungkusan berisi sabu. Bungkusnya terbuat dari kertas khusus dengan diliit lakban.

Selanjutnya tim membuka koper warna pink. Isinya hampir sama dengan koper berwarna hitam.

Di koper berwarna pink tersebut terdapat delapan botol bedak. Didalamnya juga berisi sabu.

Tim langsung melakukan pengecekan melalui alat tes kit. Langkah itu untuk memastikan, apakah barang tersebut benar-benar sabu atau tidak. ”Setelah kita lakukan tes, memang barang itu merupakan narkoba jenis sabu,” ungkapnya.

”Setelah kita timbang berat sabu ini 2,1 kilogram yang dimasukkan di 18 botol bedak,” kata Helmi.

Modus yang digunakan dalam penyelundupan tersebut tergolong baru. Para bandar memanfaatkan penderita gangguan penglihatan untuk mengirim narkoba. ”Mereka (bandar) memanfaatkan orang yang menderita rabun ayam untuk mengirim sabu agar polisi tidak mencurigai gerak-geriknya,” ujarnya.

”Ini dikenal dengan modus psikologis. Jadi orang normal yang melihat merasa simpati dan tidak ada kecurigaan kalau dia membawa narkoba,” ujarnya.

Helmi belum memastikan apakah Panji baru pertama kali mengirim barang tersebut. ”Kita masih kembangkan,” ujarnya.

Pemesan Sabu Dilumpuhkan

Setelah menangkap ketiga terduga kurir, tim mengembangkan kasus tersebut. Berupaya menangkap pemesan barang, berinisial MK alias Gemok.

Namun hingga malam Gemok tidak aktif. Sehingga, tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB membubarkan diri.

Keesokan harinya, Jumat (31/7), tim melanjutkan perburuan menangkap Gemok. Modus penjebakan dijalankan.

Jumat pagi, Panji  menerima pesan dari Gemok. Dia diminta datang ke lokasi Jalan Rajawali Raya, Selagalas, Kota Mataram.  ”Isi pesannya diminta mengantarkan barang,” jelasnya.

Tim bergegas. Gemok muncul dilokasi seorang diri dengan kendaraan roda duanya. Transaksi pun terjadi.

MF yang disiapkan dengan dua kilogram sabu-sabu dalam 18 botol bedak datang menghampiri Gemok dan menyerahkan barang bukti. ”Ketika terjadi transaksi, tim  langsung melakukan penyergapan,” bebernya.

Namun, Gemok mencoba melakukan perlawanan dengan mengacungkan sebilah keris. Gemok yang posisinya sudah terkepung, tetap menolak menyerahkan diri meskipun personel telah memberikan tembakan peringatan ke udara.

“Karena ada perlawanan dan itu membahayakan keselamatan anggota, dengan terpaksa anggota mengambil tindakan tegas, dilumpuhkanlah sang bandar itu,” kata Helmi.

Setelah dilumpuhkan, personel mengamankan keris yang ada padanya. Satu pucuk revolver rakitan dengan dua butir peluru juga ditemukan dari penggeledahan badan.

Akibat salah satu luka tembak yang bersarang di bagian dadanya, hingga kini Gemok masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. “Kita berdoa semoga dia selamat (dari luka tembak) supaya jelas jaringannya ini seperti apa,” ungkapnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks