Perampok Sadis di Monjok, Sekap Korban, Mulut Ditusuk Pisau

MATARAM-Polsek Mataram membekuk pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) sadis Fahmi, Minggu (1/3). “Kita tangkap di rumahnya di Selagalas,” kata Kapolsek Mataram AKP Rafles Girsang, kemarin (3/3).

Fahmi beraksi di Jalan Tunjung Nomor 11 Monjok Baru Timur, Selaparang, Sabtu (29/2) lalu. Warga Selagalas, Sandubaya Mataram itu beraksi sendiri sekitar pukul 00.30 Wita.

Pelaku yang juga sebagai residivis pelaku curanmor itu memiliki pengalaman dalam beraksi. Dia mematangkan persiapan. ”Dia sengaja menginap di salah satu Musolla yang berada di sekitar rumah korban selama tiga hari,” ungkapnya.

Cari itu dilakukan untuk membaca situasi dan keadaan rumah korban.  Ketika terlihat sepi, pelaku  berusia 32 tahun itu langsung bergerak. ”Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara memanjat pagar,” terangnya.

Setelah berhasil masuk kedalam, lalu menyekap korban. Dia meminta korban menunjukkan barang berharga di dalam rumah. ”Tetapi, korban terus meminta tolong,” kata dia.

Teriakan itu memantik seorang pembantu di rumah tersebut keluar kamarnya. Lalu melihat, korban yang masih disekap dengan mulut masih menancap dipisau. ”Fahmi pun kabur ketika diketahui pembantu,” jelasnya.

Korban mengalami luka-luka dibagian mulut dan lidah. ”Ada sekitar delapan jahitan di mulut dan lidah korban,” terangnya.

Fahmi belum bisa mengambil barang berharga di rumah korban. Dia hanya mengambil dompet korban. Isinya hanya uang Rp 80 ribu,” jelasnya.

Pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) Fahmi bertindak sadis. Dia melakukan itu, karena takut korban teriak dan dihakimi masa. ”Lalu, mulut korban ditusuk menggunakan pisau,” kata dia.

Syukur, aksi Fahmi terekam CCTV. Sehingga, lebih cepat tertangkap. ”Hanya butuh waktu sehari pelaku berhasil dibekuk,” ungkapnya.

Sebelumnya, Fahmi juga pernah melakukan tindakan pencurian di wilayah hukum Polres Mataram. Dia mampu mengambil laptop dan handphone. ”Sekarang barang buktinya sudah ditangani Polresta Mataram,” terangnya.

Akibat perbuatannya, Fahmi dijerat pasal 365 KUHP. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

Ditempat yang sama, Fahmi mengaku, dia melakukan itu karena khilaf. Sebab, takut teriakannya mengundang warga. ”Saya takut dihakimi masa,” kata Fahmi.

Sehingga, dia menusuk mulut korban dengan pisau. Agar dia tidak berteriak lagi meminta tolong. ”Saya lakukan itu karena terpaksa,” jelasnya.

Dia tidak memiliki niat untuk menusuk mulut korban. Apalagi harus membunuh. ”Tidak ada niat sama sekali untuk menyakiti. Khilaf,” pungkasnya. (arl/r2)