alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Video : Pantai Labuhan Haji Dipenuhi Sampah, Wisatawan Tak Betah

SELONG-Masalah sampah di pantai Labuhan Haji sampai saat ini belum bisa teratasi. Di musim hujan, selain air yang deras, sungai juga membawa banyak sampah ke lautan. “Seperti ini saja, pengunjung tidak pernah sepi. Apalagi dia bersih,” kata salah seorang pedagang kaki lima di pantai Labuhan Haji Saparudin, pada Lombok Post, kemarin (4/3).

 

Para pedagang sudah angkat tangan membersihkan sampah itu. Kata Saparudin, sekarang dibersihkan, besok pagi akan kembali seperti sedia kala. Karena masalahnya bukan dari pengunjung pantai. “Melainkan dari orang-orang yang membuang sampah di sungai,” jelasnya.

 

Jika terus menerus seperti ini, lambat laun pengunjung akan memilih pantai lainnya. Kata Saparudin, kalau pengunjung lokal tidak apa-apa. Tapi seringkali ia malu kalau ada wisatawan asing atau dari luar daerah. “Kalau itu pasti tidak akan kembali lagi. Atau ke sini sebentar, setelah itu kabur,” terangnya.

 

Ia mengatakan, masalah sampah di pantai Labuhan Haji bukan persoalan yang mustahil untuk diselesaikan. Namun sayangnya, usaha tersebut yang belum dilakukan. Salah satu yang ia maksud adalah membuat jaring sampah di pintu masuk aliran sungai ke laut. “Itu saja belum dilakukan,” terangnya.

 

Penanganan sampah di Lotim memang butuh solusi permanen. Bersih-bersih pantai, pengangkutan sampah setiap hari, dan usaha jangka pendek lainnya tidak buruk. Tapi sampai kapan hal itu bisa bertahan. Jika setiap hari jumlah sampah disinyalir terus bertambah.

 

Aktivis lingkungan dari Gema Alam NTB Muhammad Juaini mengatakan, pemerintah tidak bisa berpangku tangan dengan mengandalkan program penyadaran kepada masyarakat saja. Namun dibutuhkan solusi permanen yang diwujudkan dalam program jangka panjang. “Usaha mengajak masyarakat memilah sampah organik dan anorganik akan sia-sia jika kelanjutannya tidak dipikirkan,” jelas Juaini.

 

Menurutnya, percuma mendorong kesadaran publik tanpa menyiapkan hilirisasi dari sampah anorganik. Ia menerangkan, ekologi, edukasi, dan dampak ekonomi kepada masyarakat harus menjadi satu keutuhan program. “Pemerintah tidak bisa menggunakan pola lama dalam menyelesaikan persoalan ini,” terangnya. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks