alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

VIDEO : Pascagempa Kemiskinan di Lombok Utara Terus Meningkat

TANJUNG-Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Utara mencatat kemiskinan di Lombok Utara meningkat 0,2 persen. Peningkatan tersebut kebanyakan disumbang sektor nonpangan.

“Kemiskinan ini masih ada pengaruh dari gempa dulu,” ungkap Kepala BPS Lombok Utara Muhadi, kemarin (4/3).

Kata Muhadi, konsep kemiskinan di BPS itu yakni kemampuan seseorang memenuhi kebutuhan dasar. Baik itu berupa makanan maupun nonmakanan.

Untuk makanan dihitung dengan asumsi kalori yang dikonsumsi masyarakat, 2.100 kkal per kapita per hari. Sedangkan nonmakanan berupa pakaian dan lainnya.

Untuk garis kemiskinan di Lombok Utara mencapai Rp 437.543 per kapita per bulan. Angka kemiskinan tahun 2019, ungkap Muhadi, sebesar 29,03 persen. Dibandingkan 2018 mengalami kenaikan 0,2 persen. Kenaikan itu diakuinya akibat gempa 2018 lalu.

Kata Muhadi, dari sisi makanan, warga Lombok Utara tidak sampai mengalami kelaparan. Bahkan saat itu, saking banyak bantuan makanan, sempat kesulitan mendistribusikannya.

“Jadi naik 0,2 persen itu akibat dari nonpangannya, terutama dari rumah,” aku dia.

Peningkatan kemiskinan di Lombok Utara juga diikuti dengan peningkatan jumlah absolut penduduk miskin. Menurut hasil perhitungan BPS, 2016-2018 jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 8.156 jiwa. Namun pada 2019, jumlah penduduk miskin naik 976 jiwa.

“Total penduduk miskin 2019 berada diangka 63.840 jiwa,” ungkap dia.

Namun jika dibandingkan 2017, angka kemiskinan di 2019 menurun 3,23 persen. Muhadi mengklaim itu adalah penurunan yang cukup besar selama lima tahun terakhir.

“Dilihat sejak 2015-2019 memang terlihat penurunan. Karena di 2015 sebesar 34, 13 persen, dan 2019 sebesar 29,03 persen” beber dia.

Ia menambahkan, jumlah 0,2 persen sebenarnya tidak begitu besar. Namun melihat luasan Lombok Utara yang merupakan daerah kecil, persentase tersebut menjadi cukup besar.

“Kalau dilihat dari daerah kita yang kecil memang cukup siginifikan naiknya,” kata Muhadi. (fer/r4)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks