VIDEO : Detik-detik Penyelamatan Ketut Arya, Warga Lobar yang Diculik Mahluk Gaib

Shincan atau yang bernama asli Ketut Arya pingsan. Itu terjadi setelah ia mengaku ditarik wanita cantik. Tapi, wanita itu bukan manusia. Melainkan dipercaya sebagai jin atau mahluk gaib. Berikut penuturannya.

 

HAMDANI WATHONI, Giri Menang.

 

Di era teknologi informasi seperti saat ini, tak banyak orang yang percaya terhadap hal gaib atau mistis. Tetapi tidak dengan warga Dusun Kuranji, Desa Lembar. Warga di sini, begitu yakin dengan hal gaib. Terlebih, Senin 29 Juni lalu, salah satu warga mereka, yakni Ketut Arya alias Shincan dipercaya telah diculik jin.

“Jam 7.15 Wita malam, Ketut Arya beli air aren di kampung sekitar. Setelah itu, dia kencing sebentar. Tiba-tiba dicari penjual air aren, dia sudah tidak ada,” ungkap Kepala Dusun Kuranji Nyoman Kantun kepada Lombok Post, kemarin (2/7).

Setelah dicari hampir sejam, Shincan tak kunjung ditemukan. Sementara kendaraannya dan air aren yang dibelinya, masih di tempat semula. Ini membuat pedagang air aren panik dan melaporkan ke masyarakat.

Setelah dicari ke beberapa rumah, Shincan tak juga ditemukan. Akhirnya mereka sepakat untuk mencarinya menggunakan alat gamelan atau yang biasa dikenal dengan istilah Beleganjur.

Ini adalah metode untuk mencari orang yang diyakini hilang diculik jin atau mahluk astral. “Karena orang hilang disembunyikan mahluk astral ini sudah sering terjadi di Kuranji. Bahkan anak saya saat berusia tujuh tahun juga pernah hilang seperti ini,” beber Kadus Kuranji, Nyoman Kantun.

Sambil menabuh gamelan, Kadus beserta ratusan warga berteriak mencari Ketut Arya. Namun tak ada respons sama sekali. Warga mencarinya ke semua sudut kampung, sawah, hingga kebun sekitar dusun. “Hampir tiga jam dicari,” tuturnya.

Setelah sampai di kebun pohon aren, kejadian aneh terjadi. Tangga yang terbuat dari bambu tiba-tiba jatuh dari pohon. Ini membuat warga curiga. Akhirnya warga yang membawa senter beramai-ramai mengarahkan lampu senter ke arah pohon aren yang diperkirakan memiliki tinggi delapan meter tersebut.

Dengan kondisi saat itu cukup gelap, di atas pohon aren ditemukan tubuh manusia menggunakan baju kuning yang dipercaya sebagi ciri-ciri Ketut Arya.

Warga akhirnya bergegas mengambil empat buah tangga untuk menurunkan pria 20 tahun tersebut. Saat di atas pohon, Ketut Arya ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri. Tubuhnya duduk di pohon aren dalam kondisi yang sangat aneh.

“Kondisinya duduk di pelepah pohon aren. Kalau orang normal duduk seperti itu harusnya dia jatuh,” tutur Kadus.

Namun tidak dengan Ketut Arya, ia tetap bertahan di atas pohon aren dengan kondisi tak sadarkan diri. Akhirnya proses evakuasi cukup alot hingga hampir setengah jam. “Baru berhasil diturunkan pelan-pelan. Setelah turun, Ketut Arya tak sadarkan diri beberapa jam,” timpal pamannya Tarbe.

“Saya juga awalnya tidak percaya dia hilang (disembunyikan mahluk astral), karena dia ini kan sudah dewasa,” bebernya. Namun setelah dilakukan ritual adat dan ditemukan di atas pohon aren, barulah Ketut Arya percaya.

Ketut Arya sendiri kepada Lombok Post mengaku tak tahu apa-apa. Ia tak sadar dirinya hilang dan dicari masyarakat menggunakan alat tabuh gamelan. “Saya nggak sadar saat saya mau kencing. Tiba-tiba ada wanita yang wajahnya nggak kelihatan hadap belakang,” tuturnya.

Setelah melihat perempuan yang dipikirnya cantik tersebut, ia memegang tangannya dan seketika tubunnya tak bisa digerakkan. Setelah itu ia tak ingat apa-apa. Termasuk ketika ia berada di atas pohon, alumni SMAN 1 Lembar ini mengaku tak sadarkan diri.

Setelah kejadian ini, ia hanya merasa sempat pegal-pegal di bagian tubuhnya. “Cuma memang beberapa hari sebelum kejadian ini, saya sering melamun,” tuturnya. (*/r3)