VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

MATARAM-Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempuan yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jempong, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).

Proses otopsi diulai pukul 10.00 Wita di pemakaman umum Karang Medain. Otopsi dipimpin dokter forensik dr Irwanto dan empat perawat relawan pembantu dari Rumah Sakit Universitas Mataram (Unram). Selain itu dokter dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda NTB juga terlibat.

”Pihak keluarga sudah mengajukan untuk otopsi,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi.

Sebelumnya, pihak kepolisian juga sudah meminta untuk melakukan otopsi. Namun, pihak keluarga menolak dengan menandatangani surat penyataan penolakan otopsi. ”Sehari setelah ditemukannya jenazah, kita sudah meminta untuk melakukan otopsi,” jelasnya.

Tetapi, setelah proses pemakaman pihak keluarga mengajukan lagi proses otopsi. Karena, mereka menduga ada kejanggalan atas kematian korban.

“Nanti dokter yang memberikan keterangan (hasil otopsi) itu,” ujarnya.

Hasil otopsi belum diterima. Pihak dokter telah membedah jenazah korban. ”Dokter membawa rahim atau uterus untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Rahim tersebut dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut karena ada dugaan korban hamil. Untuk membuktikannya, perlu pemeriksaan lebih lanjut. ”Terkait kehamilan korban, ada korelasinya dengan keterangan Rio (pacar korban) dihadapan penyidik yang menyatakan korban sedang hamil,” ucapnya.

Terkait dengan adanya dugaan korban dibunuh belum disimpulkan. Karena, polisi masih melakukan pengumpulan barang bukti dan meminta keterangan saksi. ”Sudah ada beberapa saksi yang diperiksa. Termasuk pacarnya,” jelasnya.

Selain itu, penyidik sudah menyita CCTV. Itu didapatkan dari tetangga rumah milik pacarnya atau tempat LNS ditemukan tergantung. ”Kita masih analisa CCTV itu,” bebernya.

Dari informasi yang didapatkan, sehari sebelum LNS ditemukan masih ada orang beraktivitas. Bahkan ada seseorang berbaju perawat masuk ke dalam rumah milik anggota polisi tersebut.  ”Memang ada informasi seperti itu, tetapi kita masih dalami,” ujarnya.

Anggota tim kuasa hukum pihak keluarga LNS, Fauzi Yoyok  mengatakan otopsi sangat penting dilakukan. Guna menjawab dugaan korban dibunuh atau tidak. ”Kalau memang betul ada perbuatan pidana, berarti kan harus ada pelakunya,” ucapnya.

Fauzi mengatakan, kejanggalan kematian  korban cukup banyak. Dilihat dari kondisi korban yang tergantung menggunakan tali, ada bercak darah dan bau amis di kamar mandi, pakaian korban yang masih basah berada di dalam jok, dan ditemukannya minyak urut. ”Semua itu merupakan petujuk,” jelasnya.

Tak hanya itu cara korban ditemukan gantung diri juga terlihat janggal. Karena tinggi korban dengan lubang angin rumah tempat LNS gantung diri tidak sesuai.”Ada juga ditemukan tali yang disembunyikan di bawah kasur,” bebernya.

Anggota tim kuasa hukum korban lainnya Hadi Muhlis juga mengatakan, ini bukan peristiwa bunuh diri. Melainkan ada  suatu peristiwa yang menyebabkan korban meninggal. ”Dari analisa kita korban ini meninggal bukan karena gantung diri,” kata Hadi Muhlis.

Logikanya, orang gantung diri pasti mengeluarkan kotoran atau air mani, serta mata melotot, dan mengeluarkan lidah. ”Dari analisa tim kita dan fakta di lapangan, malah bukan air mani atau kotoran yang keluar. Melainkan darah,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP  kepolisian, ditemukan minyak urut, bercak darah, dan potongan tali yang ditemukan di bawah kasur. ”Jadi, logika orang yang ingin melakukan bunuh diri, ngapain sempat-sempat potong tali. Kan tidak,”  bebernya.

”Saya rasa ada peristiwa yang menyebabkan korban meninggal atau paling tidak menyebabkan orang sekarat, kemudian pada bingung ,” ujarnya.

Dari pemberitaan sebelumnya, motif korban gantung diri karena depresi dengan masalah keluarga. Menurutnya, itu tidak mungkin. ”Karena, seminggu sebelum ditemukan meninggal, korban sempat kumpul dengan keluarganya,” bebernya.

Hadi Muhlis mendorong penyidik untuk membongkar penyebab kematiannya melalui rekaman CCTV. Di rekaman itu terlihat siapa orang terakhir yang datang ke rumah tempat LNS gantung diri.  ”Korban ditemukan pada Sabtu (25/7) lalu. Hari Jumat (24/7) masih ada orang berkegiatan di rumah tempat korban ditemukan gantung diri. Polisi bisa menggali itu,” ujarnya.

Di rekaman CCTV itu ada lima orang yang masuk pada Jumat (24/7). Dari lima orang tersebut ada seorang yang menggunakan pakaian menyerupai perawat. ”Dia masuk dua menit, kemudian keluar lagi,” ungkapnya.

Sementara korban tidak pernah keluar dari rumah tersebut. ”Korban ini hanya dikunjungi. Makanya saya bilang ada rentetan peristiwa. Entah kecelakaan, kebablasan, sehingga korban meninggal,” ujarnya.

”Untuk menghilangkan jejak, korban ini lalu digantung,” duganya.

Hadi Muhlis juga menerangkan, ada keterangan dari teman korban yang menguatkan dugaan kehamilan. ”Sempat melakukan tes pack dan hasilnya positif hamil.  Cerita dari temannya itu, korban tidak mau menggugurkan kandungan itu,” pungkasnya. (arl/r2)