Video : Salah Paham, Mahasiswa Bima dan Warga Karang Pule Bentrok

65

MATARAM-Mahasiswa asal Bima dan warga Karang Pule terlibat bentrok, Sabtu (2/10) lalu. Pemicunya kesalahpahaman setelah seorang mahasiswa asal Bima kehilangan laptop di kos-kosannya.

Namun kesalahpahaman sudah diluruskan pihak kepolisian. Masing-masing pihak langsung didamaikan di Mapolsek Ampenan, Sabtu malam.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menuturkan, ada miskomunikasi antara Firmansyah, pemilik laptop yang hilang dengan petuhas keamanan kos yang merupakan warga Karang Pule. ”Ada beberapa kalimat yang memunculkan ketersinggungan sehingga memancing emosi warga lainnya. Miskomunikasi itu yang menjadi pemicunya,” kata Kadek Adi.

Akibat bentrokan itu seorang mahasiswa terluka. Namun langsung diberikan perawatan ke rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. ”Lukanya tidak terlalu parah. Tinggal pemulihan saja,” ujarnya.

Polisi sudah mempertemukan kedua belah pihak. Mereka pun sudah berdamai. “Tidak ada lagi persoalan,” kata Kadek Adi sambil menunjukkan surat perdamaian antara mahasiswa asal Bima dan warga Karang Pule.

Dia mengimbau masyarakat tidak percaya dengan hoaks yang beredar di media sosial. Hal itu dapat mengganggu kondusivitas. ”Warga sudah berdamai. Tidak ada lagi persoalan,” tegasnya.

Masyarakat diminta menahan diri. Bersama-sama menjaga suasana yang kondusif. “Kita memiliki tanggung jawab bersama,” imbaunya.

Sementara itu, terkait kasus kehilangan laptop, polisi sudah menyelidiki untuk mendalami pelakunya. ”Semoga segera bisa kita tangkap pelakunya,” harap Kadek Adi.

Di tempat yang sama, mahasiswa asal Bima  Firmansyah mengatakan, pihaknya sudah berdamai dengan warga. Sudah tidak ada lagi persoalan. ”Saya beri tahukan kepada mahasiswa Bima yang ada di Mataram supaya tidak percaya dengan hoaks,” imbau Firmansyah.

Dia meminta warga ataupun mahasiswa Bima untuk tidak percaya dengan isu-isu negatif yang beredar di media sosial terkait keributan dengan warga Karang Pule. ”Kami sudah berdamai. Ini suratnya bahwa kami sudah damai,” kata Firman sambil menunjukkan surat perdamaiannya.

“Kami dengan warga Karang Pule adalah bersaudara. Kita akan saling menjaga,” tambahnya.

Tokoh masyarakat Karang Pule Aziz juga meminta masyarakat tetap tenang. Tidak mudah terhasut hoaks. “Kita semua bersaudara. Tidak ada lagi persoalan. Kami sudah berkomitmen untuk saling menjaga satu sama lain,” kata Aziz. (arl/r1)