alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

VIDEO : SDIT Darul Quran Karang Bayan, Sekolah Gratis untuk Anak Yatim

Mutiara yang paling berharga adalah anak-anak yang memiliki akhlak mulia. Anak-anak seperti inilah yang kini tengah dibentuk di SDIT Darul Quran Desa Karang Bayan.

 

HAMDANI WATHONI, Giri Menang

 

Berada di wilayah pinggiran Lombok Barat, Desa Karang Bayan memiliki udara yang sejuk. Maklum kawasan ini dekat dengan area hutan dan pegunungan. Selama ini, Desa Karang Bayan dikenal sebagai desa penghasil buah durian, manggis dan rambutan. Tak hanya itu, desa ini ternyata menjadi desa yang akan menjadi penghasil para penghafal alquran.

“Misi saya adalah menjadikan Desa Karang Bayan ini sebagai Kampung Alquran,” ujar Ketua Yayasan Darul Quran Karang Bayan Ustad Usman pada Lombok Post.

Ya, pria murah senyum ini adalah pendiri Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Sekolah Menengah Islam Terpadu (SMPIT) Darul Quran. Tiga tahun berdiri, sekolah ini sudah menghasilkan puluhan anak-anak yang menjadi penghafal Alquran.

Tepatnya Juli 2017 lalu, bermodal Bismillah, Ustad Usman membuka SDIT Darul Quran yang memang menjadi mimpinya. Saat itu hanya sembilan siswa yang mendaftar. “Niatnya saya membuka sekolah ini karena di sekolah yang ada di desa kami, siswanya selalu overload. Jadi kami ingin membantu pemerintah mendidik anak-anak di desa kami,” terangnya.

Ia bersama para guru yang ada mendidik sembilan siswa sesuai kurikulum dinas pendidikan dan kebudayaan. Namun lebih banyak pada penekanan pelajaran agama khususnya hafalan alquran.

Alhamdulillah tahun kedua dan ketiga siswa kami terus meningkat menjadi 14 dan tahun ketiga ada 26 orang yang masuk,” ucapnya.

Para orang tua siswa beramai-ramai menyekolahkan anaknya ke SDIT Karang Bayan bukan tanpa alasan. Untuk kelas 1 saja, para siswa sudah fasih menghafal Alquran. Tak tanggung-tanggung, tiga juz hafalan Alquran tersimpan rapi dalam memori otak para siswa SDIT Darul Quran. “Kalau kelas satu ada yang sudah sampai tiga juz,” ungkap Ustad Usman.

Sekolah ini menerapkan metode Arbaq, pembelajaran berbasis teknologi dan IT. “Disebut metode Arbaq karena menggunakan empat tingkatan. Mendengar, mengikuti, menghafal, dan murojaq,” jelasnya.

Memanfaatkan alat pemutar suara hingga TV LED, para siswa diperdengarkan lantunan ayat suci Alquran selama proses pembelajaran. Para siswa sekilas seolah mengabaikannya. Mereka sibuk bermain dan bergerak ke sana kemari. Namun ketika diminta para guru mengikuti lantunan ayat suci yang diputar, mereka begitu lancar.

“Dunia anak-anak memang seperti itu. Meskipun mereka terkesan tidak rapi atau tidak memperhatikan, tapi apa yang mereka dengarkan itu langsung terekam. Mereka nanti akan mengikuti, dan menghafal,” jelasnya.

Inilah yang menjadi kunci para siswa SDIT maupun SMPIT Darul Quran rata-rata begitu fasih menghafal Alquran.

Tak hanya menghafal alquran, para siswa juga dididik untuk memiliki karakter dan akhlak mulia. Di sekolah mereka diwajibkan melaksanakan salat duha hingga salat lima waktu berjamaah.

“Kami juga punya buka penghubung untuk memantau kegiatan anak-anak di rumah. Kami fokuskan agar mereka menghormati orang tua dan membantu orang tua di rumah,” jelasnya.

Selain memiliki keilmuan secara agama, para siswa juga memiliki akhlak mulia. Membantu dan menghormati orang tua dan lingkungan di sekitarnya.

Menariknya, di SDIT Darul Quran, para siswa dari kalangan anak yatim tidak dipungut biaya. “Untuk anak yatim kami gratiskan. Anak yang kurang mampu kami juga ringankan biayanya,” ungkap Ustad Usman.

Kehadiran sekolah ini murni ingin melahirkan generasi penghafal Alquran dan generasi berakhlak mulia. Lebih dari itu, kehadiran sekolah ini diharapkannya bisa memutus mata rantai kemiskinan di Desa Karang Bayan. “Ini mimpi saya dari dulu,” ujar Ustad Usman yang juga menjadi anggota DPRD Lobar dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut. (*/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sengketa Lahan di KEK Mandalika, Jaksa Klaim Selamatkan Rp 524 Miliar

Sejumlah lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika berperkara. Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejati NTB mendapat kuasa khusus dari  PT ITDC menghadapi gugatan di pengadilan. ”Sudah ada 16 perkara yang kita menangkan di lahan KEK,” kata Kejati NTB Nanang Sigit Yulianto, Jumat (14/8).

Bongkar Pencucian Uang, Polda NTB Usut Asal Usul Harta Bandar Narkoba

Mereka dijerat tindak pidana pencucian uang (TPPU). Karena, mereka mendapatkan kekayaan diduga dari hasil penjualan narkoba. ”Kalau TPPU-nya tetap kita usut. Tetapi, harus menunggu pidana pokonya inkrah,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, Jumat (14/8).

Pembunuhan Mahasiswi Unram Terungkap, Keluarga Minta Usut Pelaku Lain

Misteri terbunuhnya Linda Novita Sari (LNS) akhirnya terungkap. Sang pacar berinisial RPN alias Rio, 22 tahun ditetapkan sebagai tersangka. "Pelaku membunuh dengan cara mencekik korban," kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, saat press rilis penetapan tersangka, kemarin (14/8).

Bintang Mahaputra Naraya untuk Prof Farouk Muhammad

Salah satu putra terbaik NTB Prof Dr H Farouk Muhammad menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputra Naraya. Penghargaan ini khusus diberikan pada putra bangsa atas darmabakti dan kesetiaan luar biasa terhadap bangsa dan negara.

Dari Karang Bayan, Kerajinan Ketak Jadi Duta NTB ke Mancanegara

Pulau Lombok dikenal dengan beragam kerajinan anyaman. Salah satunya anyaman ketak dari  Karang Bayan, Lisangsar, Lombok Barat. Tak cuma di sini, kerajinan ini bahkan sudah terkenal ke penjuru dunia.

Bahagia Belajar dengan Merdeka Belajar

MENDIDIK dan terdidik adalah dua hal yang terlihat sama, tetapi berbeda. Begitulah belajar dan mengajar. Mengajar bukan sekedar menerangkan atau menjelaskan semata. Mengajar adalah seni dan ilmu pengetahuan. Pembelajaran yang menyenangkan akan menggairahkan siswa, dan membuat mereka ingin mempelajari dunia dan seisinya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Ayo! Upacara Serentak 17 Agustus, Berdiri Sempurna Pukul 10.17 Pagi

–Perayaan HUT ke-75 kemerdekaan RI memang urung dilaksanakan besar-besaran akibat pandemi. Namun, bukan berarti perayaannya tidak bisa meriah. Sejumlah event pengganti sedang disiapkan. Masyarakat Juga kembali diingatkan untuk terlibat dalam upacara bendera serentak di seluruh tanah air.
Enable Notifications.    Ok No thanks