Waspada Korona, Ini Alasan Gubernur NTB Izinkan Kapal Pesiar Singgah di Lombok

MATARAM- Gubernur NTB  H Zulkieflimansyah, meminta masyarakat tidak paranoid menyikapi isu virus Korona. Sebagai daerah wisata yang ingin dikunjungi banyak wisatawan, kedatangan turis sangat dinantikan.

“Kalau ada kapal pesiar ingin ada di tempat kita, tentu sangat kita tunggu,” katanya, di TPA Kebon Kongok, kemarin (8/3).

Terlebih, kapal pesiar itu berasal dari daerah yang tidak terkontaminasi virus Korona. Faktanya, wisatawan asing setiap hari masuk ke NTB. Mereka datang dari bandara dan pelabuhan di Gili Trawangan.

“Bukan karena ada berita di WA kemudian kita tidak jernih menyikapi semuanya,” ujar dia.

Gubernur Zul menekankan, masyarakat tidak perlu takut berlebihan pada turis asing. Meski pada saat yang sama harus tetap waspada dan berjaga-jaga. ”Saya minta sebelum turun, tim kesehatan kita naik cek dulu,” ujarnya.

”Kalau (penumpang) nggak sakit apa-apa, kok kita jadi takut? Mereka sama saja dengan penumpang pesawat yang datang ke tempat kita,” tambahnya.

Meski begitu, dengan adanya wabah virus Korona, pemeriksaan penumpang yang datang akan lebih ketat. ”Tentu lebih selektif lagi,” katanya.

Terkait kapal pesiar Viking Sun yang ditolak di Semarang dan Surabaya, mereka ingin memastikan terlebih dahulu. ”Menurut informasi belum ada kepastian mereka akan ke sini,” ujarnya.

Kapal yang datang ke NTB menurutnya bukan Viking Sun. Mereka belum mengajukan izin untuk sandar. ”Kita tidak bisa menggeneralisir semua kapal pesiar tidak boleh singgah,” katanya.

Baginya, kalau kapal pesiar itu steril dari virus Korona, pemprov akan terbuka menerimanya. Dengan catatan pemeriksaan secara ketat. ”Kita welcome saja,” ungkapnya. (ili/r3)