VIDEO : Warga Beramai-ramai Ikuti Pemakaman Pasien Positif Korona di Gunungsari

GIRI MENANG-Pemakaman Ny. M, 47 tahun warga Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari yang diduga terpapar virus Korona dilaksanakan, kemarin (7/7). Pihak keluarga melakukan pemakaman secara normal dan menolak penerapan protokoler Covid-19.

“Yang perlu kami konfirmasi ke semua pihak pengantar jenazah, awal sakit almarhumah karena terserempet kendaraan di jalan sekitar Pasar Lilir,” jelas pihak keluarga saat prosesi pemakaman berlangsung menggunakan pengeras suara.

Korban kemudian mengeluhkan rasa sakit di bagian pinggulnya. Sehingga ia berobat ke RS Metro Medika di Rembiga, Kota Mataram. Korban dirawat selama satu hari satu malam di rumah sakit tersebut. Namun karena kondisinya tak juga membaik, ia akhirnya dirujuk ke RSUD Kota Mataram.

Setelah dirawat di RSUD Kota Mataram, korban meninggal dunia di sana Senin (6/7) lalu. Menurut rilis pihak rumah sakit, M yang sudah meninggal dunia dinyatakan positif Korona berdasarkan hasil Swab. Sehingga pemakamannya pun harus menggunakan standar protokoler Covid-19.

Inilah yang sulit dipahami pihak keluarga. Karena sebelum mengeluhkan pinggul akibat terserempet kendaraan, M juga diketahui memiliki riwayat penyakit sesak nafas. Sehingga pihak keluarga melakukan negosiasi dan komunikasi sejak sore hingga malam hari.

Dalam negosiasi ini, ratusan warga bersama keluarga datang meminta pihak RSUD Kota Mataram agar jenazah dipulangkan.

Kepala Desa Mekarsari Nasrudin mengatakan, pemakaman yang dilakukan secara normal sulit dibendung. Karena M memiliki keluarga yang banyak. Ditambah, adat dan kultur warga Desa Mekarsari begitu kuat.

“Desa Mekarsari ini warganya keluarga semua. Kalau ada warga meninggal dunia, semua akan ikut terlibat memandikan, salat, hingga memakamkan. Semua aktivitas mereka tinggalkan,” terangnya memaparkan bagaimana kuatnya ikatan emosional di kalangan warga Mekar Sari.

Ini yang menyebabkan kesedihan mendalam dialami semua warga ketika salah satu dari mereka dinyatakan meninggal dunia dan positif Korona. “Warga meyakini ada Korona. Yang nggak diyakini dan nggak diterima warga itu keluarganya dinyatakan meninggal karena Korona,” bebernya.

Apalagi penyebab meninggalnya M menurut Kades Mekarsari sudah jelas. Akibat terserempet kendaraan dan riwayat sesak nafas. “Keyakinan keluarga penyakitnya memang ada sesak,” cetusnya.

Camat Gunungsari Mudasir didampingi Kapolres Lobar Selaku Ketua Tim Reaksi Cepat Penanganan Covid-19 AKBP Bagus Satriyo Wibowo sempat negosiasi dengan warga. Meminta agar pemakaman dilakukan tetap menerapkan protokoler kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Sayangnya, upaya negosiasi dengan warga tak berhasil. Ratusan warga tetap melakukan pemakaman secara normal.

“Warga tidak percaya (almarhumah positif Korona) karena kronologi penyebab kematiannya awalnya karena kecelakaan diserempet itu kemudian keseleo. Itu penyebabnya dibawa ke rumah sakit,” beber Camat.

Pantauan Lombok Post, ratusan warga melakukan pemakaman secara normal sekitar pukul 14.00 Wita. Mereka yang datang ke tempat pemakaman mengantarkan jenazah sebagian besar tidak mengenakan masker. (ton/r3)