VIDEO : Komplotan Pembobol Toko di Bertais Diringkus Polisi

MATARAM-Tiga pemuda berinisial AM alias Gojin, BS alias Awan, dan Z alias Jael diringkus polisi. ”Mereka ini merupakan komplotan pembobol toko di wilayah pertokoan Bertais,” kata Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur, Sabtu malam (8/8).

Terakhir, ketiga warga Karang Rundun, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Mataram, itu membobol melancarkan aksinya Senin sore (13/7). ”Mereka berjalan kaki ke wilyah toko tersebut,” tutur Zaky.

Untuk bisa masuk ke dalam toko, mereka membagi tugas. Awan memanjat atap toko. ”Atap toko dirusak,” ujarnya.

Selanjutnya, Gojin melempar tali yang sudah dipersiapkan ke atap. Tali itu digunakan turun ke dalam toko.

Di dalam toko tersebut, mereka mengambil 30 karung biji kopi mentah, 20 karung beras ketan, dua dus sarung merek Wadimor, serta uang tunai Rp 600 ribu. Barang itu diangkut menggunakan tali ke atap toko.

Awan bertindak sebagai penimba tali dan Jael menunggu di bawah untuk mengamankan barang tersebut agar tidak dilihat banyak orang. ”Komplotan ini spesialisasinya membobol toko,” bebernya.

Dari aksi mereka, korban merugi hingga puluhan juta. ”Kalau perhitungan korban kerugiannya Rp 34 juta,” terangnya.

Mereka bukan kali pertama membobol toko. Sebelumnya, mereka sudah membobol beberapa toko di kawasan Bertais. ”Ada sebanyak empat toko yang sudah dibobol. Itu masih kita dalami lagi,” kata Zaky.

Setelah berhasil mengeluarkan barang dari dalam toko, barang tersebut dijual ke penadah berinisial HJ alias Herman. Barang itu dijual dengan harga cukup murah. ”Sekitar Rp 8 juta,” ujarnya.

Herman lalu mengangkut barang tersebut menggunakan mobil pikap miliknya. Nomor polisi DR 8246 AQ. ”Pelaku penadah dan barang buktinya sudah kita amankan,” terangnya.

Penadah menjualnya ke beberapa pasar. Yakni, Pasar Kebon Roek  dan beberapa pasar di wilayah Lombok Tengah. ”Penadah ini menjualnya dengan harga normal,” kata dia.

Dari perbuatannya, pelaku pencurian dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.

Sedangkan, Herman selaku penadah dijerat pasal 480 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara. (arl/r2)