VIDEO : Detik-detik Penangkapan Jaringan Pengedar Sabu di Abian Tubuh

MATARAM-Tiga terduga pengedar sabu berinisial SY, SK, dan PES dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Senin (7/9) lalu. Para jaringan pengedar itu ditangkap di rumahnya, di Jalan Suela, Abian Tubuh, Sandubaya, Mataram.

”Sekitar pukul 14.00 Wita, informasi masuk ke saya. Ada orang yang melakukan transaksi narkoba di daerah Abian Tubuh,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf usai penangkapan.

Dia selanjutnya, memerintahkan tim khusus Ditresnarkoba menyikapi laporan tersebut. Menyelidiki  lebih dalam. ”Ternyata benar di salah satu rumah itu kerap terjadi transaksi narkoba,” jelasnya.

Sekitar pukul 15.00 Wita, tim bergerak. Dipimpin langsung AKP I Made Yogi Purusa Utama. Tak ingin buruan lepas, tim bergerak cepat.

Di dalam rumah tersebut terdapat tiga orang diringkus. Seorang laki-laki berinisial SK yang duduk di ruang tengah rumah itu dibekuk. Ditambah dua orang berinisial SY dan PES yang berada di dalam kamar juga diborgol. ”Kami langsung melakukan penggeledahan,” ujarnya.

Saat proses geledah disaksikan aparat lingkungan setempat. Hasilnya, dari penggeledahan badan terhadap SK tak ditemukan barang bukti.

Tetapi, setelah tasnya digeledah ditemukan satu poket sabu. Diduga sabu tersebut bakal dijual ke seseorang.

Tim menggeledah kamar ibunya SK. Sasaran penggeledahan lemari milik ibunya. ”Disitu kita temukan 23 poket sabu yang siap diedarkan,” jelasnya.

Tak ingin kecolongan, Ditresnarkoba  menurunkan tim K-9. Anjing pelacak khusus narkoba menyisir seluruh pekarangan rumah dan isi rumahnya. ”Namun tak ditemukan apapun. Kita menggunakan tim K-9 untuk memaksimalkan proses penggeledahan,” ucapnya.

Tim mengintrogasi ketiga terduga pengedar. Dari mana dia mendapatkan barang tersebut. ”Mereka sudah mengakui siapa tempat mengambil barang. Tetapi, masih dalam proses pengejaran,” kata Helmi.

Ketiga pelaku sudah ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Dari informasi yang didapatkan mereka bertiga merupakan jaringan pengedar. ”Satu bertindak sebagai pengedar, pengambil barang, dan membungkus barang. Tetapi, informasi itu kita masih terus kembangkan,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, mereka dijerat pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2)  Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara. (arl/r2)