VIDEO : Kapolda dan Danrem Tinjau Pelaksanaan Gerai Vaksin di KLU

8

TANJUNG-Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramadhani dan Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan meninjau pelaksanaan gerai vaksin, kemarin (7/9). Kegiatan dipusatkan di dua tempat, Pondok Pesantren Al-Ma’arif Darussalam, Desa Rempek dan Vihara Giri Ratana Puja, Desa Tegal Maja.

Saat peninjauan di vihara, kapolda dan wakil bupati melakukan juga video conference dengan Presiden RI H Joko Widodo. Presiden memerintahkan, seluruh vaksin yang dikirim ke NTB segera dihabiskan. Setelah habis, langsung meminta lagi ke Kementerian Kesehatan RI.

”Nanti saya di sana akan minta menteri kesehatan untuk prioritaskan NTB,” kata pria yang akrab disapa Jokowi itu.

Prioritas tersebut diberikan mengingat November mendatang NTB akan menggelar kegiatan balap dunia World Super Bike (WSBK), sebuah agenda berskala internasional. Bahkan tahun depan, NTB juga akan menggelar ajang balap MotoGP.

”Sehingga saya inginkan semuanya harus tervaksin minimal 70 persen itu tahun ini,” tegas dia.

Tak lupa presiden berterima kasih atas kerja keras semua pihak. Dirinya berharap dengan percepatan vaksin tersebut dapat menghentikan penyebaran Covid-19.

”Utamakan percepatan vaksin, protokol kesehatan, bahkan jika ada kasus bisa langsung diisolasi di tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan,” tandas dia.

Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal menuturkan, angka positif di NTB mencapai 39,3 persen. Namun pada pekan ke-28 hingga 36, cenderung mengalami penurunan. Hal ini tak lepas dari langkah mengikuti instruksi presiden untuk melakukan PPKM, serta gencarnya vaksinasi setiap hari.

”Kami mempunyai  program kolaboratif yang sederhana, yaitu cofee morning online setiap minggu yang dipimpin langsung oleh gubernur,” beber Iqbal.

Dalam coffee morning tersebut, mereka melakukan diskusi memecahkan masalah, teknis, strategi dan lainnya. Saat ini, kata Iqbal, Bed Occupancy Rate (BOR) di NTB mencapai 13,37 persen. Ini menjadi titik paling rendah selama penanganan Covid-19 di NTB.

”Itu (video conference, Red) menjadi laporan kami sekaligus memohon arahan,” sambung dia.

Dari populasi 5,2 juta penduduk NTB, target vaksinasi 3,9 juta. Dari jumlah tersebut, warga yang sudah tervaksin baru 18,35 persen. Hal ini disebabkan distribusi vaksin dari Jakarta ke NTB agak terhambat.

Menyambut pihaknya dua ajang internasional, pihaknya berkomitmen bersama TNI dan Pemda melakukan vaksinasi 500 ribu warga tiap harinya.

”Kalau itu berjalan, Insya Allah selama satu bulan sebanyak 70 persen dari angka populasi itu bisa tervaksin,” kata dia.

Sejauh ini, gerai vaksin ada di 16 tempat ibadah. Sekitar 15 ribu dosis vaksin telah disuntikkan pada warga.

”Di vihara ini saja ada sekitar 335 jamaatnya dan Alhmdulilah pada detik ini sudah tervaksin semua,” tandas dia.

Wakil Bupati Danny Karter Febrianto Ridawan mengatakan, target vaksinasi 180 ribuan penduduk. Dari jumlah tersebut, sudah tervaksin 38 ribu orang.

”Kalau secara persentase memang diatas rata-rata angka se-NTB yakni 18 persen,” ujar Danny.

Berdasarkan data yang ada, vaksinasi dosis pertama di KLU mencapai 21,23 persen. Sedangkan dosis kedua sebesar 11,33 persen. Jumlah ini diakui politisi Gerindra itu masih jauh dari target yang diharapkan bersama.

”Saya harap dalam waktu dekat suplai vaksin dari pusat bisa segera. Seperti permohonan kapolda ke pak presiden, kita minta segara disupport vaksin,” pungkas dia. (fer/r9)