VIDEO: Detik-detik Polisi Gerebek Komplotan Maling di Jempong Mataram

Beberapa pekan terakhir, angka kriminalitas di Kota Mataram meningkat. Dari hasil penyelidikan, Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengantongi nama-nama terduga pelaku. Tim Puma Polresta Mataram bergerak cepat menangkap mereka melalui serangan fajar.

=====

”SIAP gerak. Komando saya ambil alih,” perintah Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa memimpin apel persiapan penggerebekan sekitar pukul 04.00 Wita, Senin (9/11).

Tim gabungan Satreskrim, Satsamapta, bersama K-9 Polda NTB mendengarkan arahan dan strategi penggerebekan. Tim dibagi menjadi empat regu. Masing-masing regu diminta mengawasi rumah yang menjadi target operasi (TO) dari arah berbeda.

Regu pertama bertindak sebagai eksekutor. Regu lain mengawasi pintu masuk rumah serta mengawasi masyarakat. ”Semua sudah jelas. Kita segera berangkat,” kata Kadek Adi menutup apel persiapan penggerebekan.

Sekitar pukul 04.30 Wita tim gabungan bergerak ke rumah yang menjadi target operasi. Lima belas menit perjalanan, tim gabungan tiba di wilayah Jempong.

Tim memarkir kendaraan di Gang Al Hikmah. Semua peralatan dikeluarkan. Ada tangga, hammer (palu besar), tang, dan lampu senter. ”Kita bagi. Ada yang jalan dari utara dan timur,” perintah Kadek Adi.

Koran ini mengikuti tim yang bergerak dari arah timur. Menyusuri jalan setapak di area persawahan dan sungai.

Akhirnya tibalah regu pertama di belakang rumah yang menjadi TO. ”Mana tangga?” tanya salah satu anggota dengan nada pelan.

Tangga dipasang. Satu per satu, polisi naik ke atap rumah tempat para pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat), pelaku dengan kekerasan (Curas), dan pencurian sepeda motor (Curanmor) atau 3C itu berada.

Saat polisi naik ke atap, rupanya diketahui penghuni rumah itu. Satu orang berupaya kabur. ”Jangan lari woy,” teriak polisi sambil turun dari atas atap rumah tersebut.

Semua personel yang sudah di atap rumah itu turun dan menggerebek isi rumah tersebut. Empat orang yang berada di rumah tersebut diringkus. Mereka tak berkutik.

Saat digeledah, ditemukan linggis dan senjata tajam. Diduga alat tersebut digunakan untuk menjalankan aksi kejahatannya.

Ditemukan juga ada bong sabu dan sejumlah klip plastik kosong. ”Biasanya para pelaku ini sebelum melancarkan aksinya harus menggunakan narkoba,” kata Kadek Adi.

Usai penangkapan empat orang tersebut, tim bergeser ke rumah lain. Jaraknya sekitar 15 meter dari rumah pertama. ”Itu sepeda motor yang mirip dengan sepeda motor yang digunakan para pelaku,” kata salah satu polisi sambil menunjuk rumah itu.

Tim menghampiri rumah tersebut. Polisi awalnya diterima dengan baik oleh pemilik rumah. ”Ini kan motornya Dadung (salah satu pelaku Curas yang masih DPO, Red),” tanya polisi ke pemilik rumah.

”Bukan, itu motor saya,” timpal pemilik rumah tersebut.

”Ibu jangan bohong. Ini motornya Dadung kan? Pasti ada di dalam,” lanjut polisi dengan penuh keyakinan.

”Boleh kami periksa kan, bu,” pinta polisi.

Tetapi, pemilik rumah tetap menolak. ”Jangan pak, ada anak kecil sedang tidur di dalam,” kata wanita itu sambil menahan polisi.

Setelah salah satu kamar digeledah, Dadung ternyata sedang tidur di dalam.  Polisi pun membangunkannya. Dadung pun memberontak dan teriak. ”Tolong, tolong. Inaq (ibu)  tolong,” teriak Dadung.

Setelah Dadung tertangkap, mulai ada perlawanan dari masyarakat. Seorang pria yang mengenakan baju hijau meneriaki polisi sebagai pencuri. ”Maling, maling, maling,” teriak pria yang juga masih keluarga Dadung itu.

Tidak ingin suasana penggerebekan kisruh dan warga lain terprovokasi, polisi cepat bertindak. Pria itu dibekuk dan berusaha melawan polisi.

Situasi semakin memanas. Karena beberapa warga menghadang proses penangkapan. Namun, mampu dikendalikan.

Selanjutnya polisi menyisir rumah lain. Mencari seorang berinisial Z yang juga menjadi TO dalam penggerebekan itu.

Seorang warga menunjukkan rumah Z. Setiba di rumah Z, orang tuanya sempat menghalangi penangkapan. Tetapi, polisi tetap meminta dengan cara baik-baik.

Z yang sedang tidur akhirnya dibangunkan dan langsung diborgol. Kemudian digiring ke mobil polisi.

 

Pelaku Begal di Lingkar Selatan

 

Kadek Adi mengatakan, pada operasi tersebut tujuh orang diamankan.  Mereka merupakan komplotan pelaku 3C di wilayah Kota Mataram. ”Tujuh orang ini merupakan TO kami. Mereka sudah beraksi melakukan kejahatan di puluhan tempat,” bebernya.

Salah satu dari mereka diduga sebagai pelaku pembegalan di jalan Lingkar Selatan pekan lalu. Tak hanya itu, dari dua orang yang diamankan itu diduga sebagai pelaku pembobolan konter handphone di Selagalas. ”Mereka-mereka inilah pelakunya,” jelasnya.

Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Mereka ini spesialisasi pembobol toko,  keprok kaca, begal, dan pembobol kos-kosan. ”Kita melakukan operasi dengan full tim karena pelaku-pelaku ini cukup lihai dan juga kerap melawan saat akan ditangkap,” kata dia.

Aksi kejahatan yang mereka perbuat sudah meresahkan masyarakat. Sehingga, polisi mengambil tindakan melakukan penangkapan terhadap mereka. ”Semoga dengan ditangkapnya mereka, Kota Mataram lebih aman dan kondusif,” harapnya. (tim)