VIDEO : RSUD Praya Gelar Simulasi Penanganan Pasien Korona

PRAYA-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya mendadak heboh. Seorang yang baru tiba melalui Lombok International Airport (LIA) di bawa ke sana. Dari gejalanya dan keluhan yang dirasakan, sangat mirip dengan orang yang positif Korona.

Itulah gambaran simulasi yang dilakukan pihak rumah sakit, terkait Virus Korona. ”Kalau yang sebenarnya, sampai detik ini kami tidak pernah menerima pasien terindikasi Virus Korona,” kata Direktur RSUD Praya Muzakir Langkir, Senin (9/3).

Dalam simulasi penanganan pasien yang suspect Virus Korona, 18 orang anggota tim yang bergerak. Mereka dengan sigap melakukan penanganan setelah menerima pasien. ”Suhu tubuhnya melebihi 38 derajat celcius,” katanya menggambarkan simulasi yang dilakukan.

Setelah observasi, penumpang tersebut dinyatakan positif Korona. Tim dari RSUD Praya kemudian berkoordinasi dengan RSUP NTB. Lalu, pasien yang dimaksud dirujuk ke RSUP NTB, guna mendapatkan perawatan medis.

”Apa yang kami lakukan ini, sebagai langkah antisipasi. Semoga daerah kita aman-aman saja dari virus korona,” ujar Langkir.

Kendati demikian, pihaknya menyerukan agar warga tetap tenang, jangan panik, dan takut berlebih. Disaat bersamaan, tetap waspada adalah langkah yang tepat. Hal sederhana yang dapat dilakukan mulai dari menjaga kebersihan diri, rumah, dan lingkungan.

Kabid Pelayanan RSUD Praya Lalu Karniawan menilai, seluruh tahapan  simulasi sudah berjalan baik. Pihaknya mengacu serangkaian standar yang sudah ditetapkan. Itu menyangkut pasien yang datang sendiri ke rumah sakit, pesien yang dirujuk dari puskesmas, maupun pasien yang datang dari bandara.

Termasuk kata dia kesiapan petugas, alat kesehatan, dan obat-obatan. Semua lengkap, tidak ada yang kurang. ”Dengan ini kami menyatakan, RSUD Praya siap,” cetusnya.

Terpisah, Surveillance Epidemiologi Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng Edi Sahrozi menegaskan, setiap penumpang bandara akan terpantau melalui alat pemindai suhu. Khusus warga negara asing wajib memegang kartu kewaspadaan kesehatan, atau health alert card (HAC). Itu adalah contoh langkah pencegahan yang dilakukan.

Dari hasil koordinasi pihak-pihak terkait, pintu gerbang utama Pulau Lombok itu masih sangat steril. “Kendati demikian, kami 24 jam bekerja memantau penyakit-penyakit mewabah,” pungkas Edi. (dss/r9)