VIDEO : Diduga Jual Narkoba Suami Istri Ditangkap di Sayang sayang

MATARAM– Terduga pengedar sabu berinisial MK alias Kadafi  diringkus polisi Senin malam (10/8). Dia ditangkap bersama isterinya berinisial SA di rumahnya, Sayang-sayang, Cakranegara, Mataram.

Operasi yang dipimpin Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson bergerak sekitar pukul 19.00 Wita.  Satu per satu polisi  masuk ke gang rumah Kadafi. Terlihat dua pemuda masuk ke dalam rumah Kadafi.

Tim bergegas masuk ke rumah Kadafi. Empat orang berada di dalam rumah. Yakni, Kadafi, RH, MH, dan TI.

Sedangkan istri Kadafi, SA diringkus saat sedang tidur di berugak. Tepatnya, di depan rumah Kadafi. ”Jangan bergerak,” perintah salah satu anggota.

Keempat orang yang berada di dalam rumah diborgol. Polisi lainnya  datang menyusul. Melakukan penggeledahan  disaksikan aparat lingkungan setempat.

Di bawah bantal ditemukan Rp 6,5 juta. Diduga hasil penjualan sabu. Polisi juga menyita kantong klip plastic  dan bong alat hisap sabu. ”Kamu lagi makai (sabu), ya disini,” tanya anggota kepolisia.

”Tidak pak,” kelit Kadafi.

Tim menggeledah seluruh isi rumah. Ditemukan, pipet, gunting, dan klip plastik  yang di dalamnya masih terdapat sisa kristal putih. Barang itu ditemukan di dalam kotak handpone merek Oppo. ”Ini apa,” tanya petugas.

”Sisa-sisa saja itu pak,” jawab Kadafi.

Tak ingin kecolongan, tim terus menggeledah halaman rumah Kadafi. Namun, tak ditemukan apapun.

Di berugak milik Kadafi terdapatan puluhan sisa bungkus rokok Marlboro. Satu per satu bungkusan rokok tersebut digeledah.

Didalam sisa bungkusan rokok tersebut ditemukan beberapa sisa klip bekas bungkusan sabu. ”Ini bekas apa. Ini masih ada sisa butiran kristal,” tanya Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson.

”Itu bungkusan gula pak,” kilah Kadafi.

Namun, Elyas tak percaya. “Alah, bisa saja kamu berdalih seperti itu. Nanti kita cek melalui laboratorium,” kata Elyas memberikan keterangan.

Tim terus memindai seluruh barang yang ada di berugak. Disamping berugak itu terdapat tumpukan sampah.

Saat digeledah tumpukan sampah itu ditemukan dompet. Setelah dibuka berisi belasan poketan sabu. ”Nah ini apa?. Gula juga?,” tanya Elyas.

Akhirnya, Kadafi pun mengaku. ”Ya, itu sabu,” jawab Kadafi dengan wajah pucat.

Setelah ditemukan barang bukti itu, Kadafi beserta istrinya, RH, TH, dan TI diangkut tim Satnarkoba. Di perjalanan, tim melakukan interogasi. Dari mana mendapatkan barang haram tersebut.

Kadafi pun mengaku. Dia membeli barang dari seseorang berinisial UP. Rumahnya di kawasan Monjok, Selaparang, Mataram. ”Kami langsung melakukan pengembangan,” kata Elyas.

UP pun berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan, hanya ditemukan puluhan klip. ”Ada beberapa klip sabu yang masih terdapat sisa sabu,” ucapnya.

Dalam operasi itu, ada enam orang yang diamankan. Lima laki-laki dan satu perempuan. ”Perempuan ini istri Kadafi,” ungkapnya.

Sedangkan sabu ada sebanyak 22 poket. “Total beratnya 12,6 gram,” bebernya.

Kadafi sudah mengakui dirinya juga menjual sabu. Sedangkan RH, TH, dan TI  datang ke rumah Kadafi untuk membeli sabu. ”Pelaku ini menjual sabu dibantu istrinya,” jelas Elyas.

Sedangkan keterlibatan UP masih dalam proses pendalaman. “Apakah benar pelaku ini mengambil barang ke UP,” kata Elyas.

Kadafi mengaku, beberapa waktu lalu dia pernah membeli barang ke UP. ”Saya beli tiga hari lalu sebanyak tiga gram ke dia (UP),” ujarnya.

Sabu yang dibelinya itu belum sempat dijual. “Itu dah sabunya yang ada di dalam tas kecil,” akunya. (arl/r2))