Tuntut Transparansi Warga Sakra Demo Kantor Camat

SELONG-Puluhan warga Kecamatan Sakra yang tergabung dalam Rinjani Foundation Lotim mendatangi kantor camat Sakra, Selasa (12/5). “Kami menuntut camat meminta desa untuk menempel data penerima bantuan di desa-desa,” kata Direktur Rinjani Foundation Lotim Zainul Muttaqin.

Menurutnya, transparansi data menjadi pertanyaan. Karena masyarakat tidak bisa melihat nama-nama penerima bantuan sosial covid-19. Baik bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. “Kita minta untuk segera ditempel di kantor desa dan kampung-kampung,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mempertanyakan data penerimaan dana ODP Rp 200 ribu. Menurutnya, data itu juga jangan sampai menjadi pertanyaan. Apakah benar sudah diterima oleh semua ODP atau tidak. “Teknis pembagiannya seperti apa,” tanyanya.

Tuntutan terakhir, ia meminta camat Sakra dan jajaran pemerintah desa agar melakukan sosialisasi mengenai covid-19 ke warga. Menurutnya, warga belum teredukasi. “Jangan sampai ada yang pingsan lagi karena baru hanya dengar suara sirine masuk ke kampungnya,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Sakra Ahmad Subhan mengatakan, menerima dengan baik setiap masukan yang diberikan warganya. Meski tidak berizin dan sempat ingin dibubarkan Polsek Sakra, Subhan tetap menerima warga dan menganggapnya sebagai silaturahmi.

Kata Subhan, permintaan  mengumumkan data penerima bantuan sudah diperintahkan juga oleh Bupati Lotim HM Sukiman Azmy. Hanya saja, saat ini data yang menjadi kewenangan Dinsos Lotim dalam proses perbaikan. “Ini memang sudah diminta. Jadi kalau datanya sudah ada, akan kita umumkan,” katanya.

Sementara untuk dana OPD Rp 200 ribu, dia menerangkan, hal tersebut menjadi ranah kepala puskesmas. “Sudah dijelaskan. Ada 33 OPD yang sudah menerima per 1 April,” jelasnya.

Menurut Subhan, saat ini desa dipersiapkan melakukan Pembatasan Sosial Berbasis Desa. Karena itu, sudah barang tentu, pemdes harus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga mengenai hal tersebut. “Permintaan tentang ini juga tetap kita jalankan,” ujar Subhan. (tih/r5)