VIDEO : Dobrak Kaca Mobil, Pencuri Gondol Rp 60 Juta di Mataram

MATARAM-Kasus pencurian dengan modus keprok kaca mobil kembali terjadi. Kemarin (13/7) korbannya Uzaemi, pegawai Dinas PUPR NTB. Uang Rp 60 juta yang ditinggal di dalam mobil raib diembat maling.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. Saat itu, Uzaemi berhenti untuk membeli buah  di Jalan R Suprapto, Mataram.

Mobil dinas jenis Mitsubishi Strada nomor polisi B 9912 HU itu diparkir di pinggir jalan. Jarak tempat memarkir kendaraan dengan penjual buah itu tak terlalu jauh. Sekitar lima meter.

Saat sedang memilih buah, Uzaemi tak menyadari mobil yang ditinggalkan diincar penjahat. Tiba-tiba braaakkk, terdengar suara pecahan kaca. ”Saya langsung berbalik arah,” tutur Uzaemi.

Dia melihat mobil kaca bagian kiri pecah. Seseorang masuk ke dalam mobil melalui jendela mobil. ”Saya lihat setengah badannya masuk,” terangnya.

Dia sempat mengejar pelaku. Namun, gagal.  “Saya tidak bisa mengejarnya. Larinya sangat cepat dan langsung naik motor dibonceng ke arah utara,” ungkapnya.

Pelaku sangat gesit. Mereka berboncengan melawan arus lalu lintas ke arah utara. ”Saya kewalahan,” ujarnya.

Setelah dua pelaku itu kabur, baru Uzaemi teringat, di dalam mobil terdapat uang. ”Saya baru saja pulang dari bank. Ada Rp 60 juta yang saya ambil,” terangnya.

Uang itu diletakkan di jok sebelah kiri. Dibungkus menggunakan plastik kresek hitam. ”Itu uang kantor. Bukan uang saya,” tuturnya.

Rencananya uang tersebut untuk pembayaran tukang di salah satu proyek.

Sementara itu saksi mata Haerun dengan jelas melihat kejadian pencurian tersebut. Dia baru pulang dari kantornya. ”Sempat saya lihat. Pelaku itu memecahkan kaca menggunakan helm yang digunakannya,” kata Haerun.

Lalu, pelaku lari ke arah utara. Dijemput langsung oleh temannya yang sudah menunggu di dekat pohon. ”Saya lihat dia membawa tas kresek hitam saat lari,” jelas Haerun.

Pelaku cukup kencang membawa sepeda motor.  Mereka kabur melawan arus ke arah utara. ”Saya sempat berpapasan dengan pelakunya,” ujarnya.

Cukup jelas wajahnya. ”Kalau dihadirkan di sini, pasti saya tanda orangnya,” terangnya.

Sementara itu, penjual buah Bayu mengatakan, pelaku sempat membeli nanas yang dijualnya. Pelaku hanya membeli satu bungkus. ”Uangnya Rp 50 ribu-an. Saya kembalikan sisa uangnya Rp 40 ribu,” kata Bayu.

Saat membeli nanas, pelaku tak menggunakan masker. Mengenakan pakaian hitam dan celana hitam. ”Dia (pelaku) menggunakan helm,” bebernya.

Dia tidak menyangka kalau pria yang membeli nanas padanya adalah seorang pelaku kejahatan. Sehingga, dia tidak memikirkan hal negatif yang akan dilakukan pelaku. “Saya lihat dia jalan ke arah utara. Lalu membuka helm. Tetapi saya tidak kepikiran akan menghancurkan kaca mobil yang terparkir dipinggir jalan itu,” akunya.

Ketika ada suara, Bayu langsung berbalik arah ke utara. ”Saya lihat setengah badan orang itu masuk ke mobil,” bebernya.

Lalu berlari ke arah utara dan naik motor dengan dibonceng temannya. ”Kejadian itu sangat cepat,” kata Bayu.

Polisi membenarkan peristiwa tersebut. Pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP. ”Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Belum bisa saya terangkan lebih jauh,” kata Kasubbag Humas Polresta Mataram Iptu Erny Anggraeni.

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada jika membawa uang saat  melakukan aktivitas. Jangan sampai menjadi korban. ”Pelaku itu berani melakukan aksinya, jika ada kesempatan,” pungkasnya. (arl/r2)