Selasa, 28 Maret 2023
Selasa, 28 Maret 2023

Itratip : Bawaslu NTB Bekerja Profesional, Tidak Berdasarkan Opini Publik

MATARAM—Bawaslu NTB dituding tebang pilih ketika bertindak tegas menyikapi kunjungan Anies Rasyid Baswedan ke NTB, akhir Januari lalu. Sikap ini dianggap berbanding terbalik ketika bakal calon Presiden dari PKB Muhaimin Iskandar datang ke Lombok dan relawan Ganjar Pranowo yang melakukan bagi-bagi sembako ke masyarakat.

“Persepi semacam ini yang perlu kami luruskan. Bawaslu dalam melakukan pencegahan dan pengawasan tidak bekerja berdasarkan opini publik tapi berdasarkan perundang-undangan,” kata Ketua Bawaslu NTB Itratip saat acara Bincang Lombok Post yang disiarkan di kanal Youtube Lombok Post.

Menurutnya, munculnya penilaian yang keliru ini diakibatkan masyarakat belum bisa membedakan antara tahapan pemilu dan tahapan kampanye. Tahapan pemilu sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, bahkan peserta pemilu dan nomor urutnya sudah ditetapkan. Saat ini tengah berlangsung tahap pemilu di fase verifikasi faktual dukungan bakal calon DPD.

Terkait konteks kunjungan Anies, Bawaslu tidak mengawasi aktivitas yang bersangkutan sebagai bakal calon Presiden. Hal yang diawasi adalah apakah dalam rangkaian kegiatan Anies di beberapa lokasi di NTB ada potensi pelanggarannya.

Baca Juga :  VIDEO : Bocah Asal Lembar Lobar Alami Pendarahan Otak, Butuh Bantuan Dermawan

“Dari rundown kegiatan Pak Anies, kami lihat di beberapa titik bentuknya adalah memobilisasi massa. Ini yang perlu kami pastikan apalagi penyelenggara kegiatan yang dalam hal ini Partai Nasdem,” jelasnya.

Itratip menyebut, Partai Nasdem sudah tercatat sebagai peserta pemilu. Sesuai regulasi, setiap peserta pemilu dilarang melakukan kampanye untuk kepentingan partai karena tahapan kampanye belum dimulai.

Bawaslu juga melihat penyelenggara kegiatan di kunjungan Anies di sejumlah wilayah adalah kepala daerah yang tercatat sebagai pengurus Nasdem. Bawaslu ingin memastikan para pejabat tersebut tidak menggunakan kewenangannya memobilisasi ASN datang ke kegiatan yang mengumpulkan massa.

“Kami juga ingin memastikan apakah ada penggunaan fasilitas negara serta adakah tema-tema terlarang yang disampaikan saat masa kampanye,” bebernya.

Dia memastikan, prosedur pengawasan semacam ini juga dilakukan Bawaslu pada kunjungan Muhaimin Iskandar dan tokoh-tokoh politik lainnya. Mereka mengecek rundown kegiatan tokoh tersebut untuk memastikan ada tidaknya unsur pelanggaran politik.

Baca Juga :  Optimis Anies Baswedan Dongkrak Tingkat Keterpilihan PKS di NTB

Muhaimin, sebut Itratip, banyak melakukan kegiatan internal dan menghadiri acara di Universitas Mataram dan harlah di salah satu ponpes. Penyelenggara kegiatan juga berbeda dengan Anies.

“Di Unram kan beliau hadir dalam kapasitas sebagai wakil ketua DPR RI,” ujarrnya.

Begitupula kegiatan relawan Ganjar Pranowo yang membagikan sembako ke sejumlah warga, beberapa waktu lalu. Bawaslu sudah melakukan pengawasan di lapangan dan mengklarifikasi mereka apakah ada keterlibatan ASN.

Itratip mengakui publik berhak menilai atau mempersepsikan apapun tindakan yang dilakukan Bawaslu karena mereka tidak bekerja di ruang hampa dan aktivitasnya bisa terpantau. Sesuai amanat undang-undang, Bawaslu adalah lembaga independen yang fungsinya untuk mengawasi semua kegiatan politik.

“Kalau kami tidak melakukan pengawasan dan penegakkan aturan, reaksi publik akan seperti apa terhadap Bawaslu,” ujarnya.

Bawaslu dalam melakukan pengawasan harus bekerja secara proporsional, profesional dan tegas dalam melakukan penindakan kepada semua pihak. Mereka akan melakukan semuanya secara terukur. (ida/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks