alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Jembatan Penghubung Sukadana – Kuta Mandalika Putus

LOMBOK TENGAH-Separuh badan Jembatan Ngolang perbatasan Desa Kuta dan Desa Sukadana, Kecamatan Pujut Lombok Tengah, terputus. Penyebabnya, karena hantaman arus air sungai. Peristiwa itu terjadi pukul 03.00 Wita, Sabtu (14/3). Satu unit mobil Kijang Inova dan tiga unit motor terperosok.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Kecuali, luka ringan dan luka berat. “Dari tiga unit motor itu, satu diantaranya sampai sekarang belum ditemukan,” cerita salah satu saksi mata Baharudin, warga Dusun Petiwung Desa Sukadana pada Lombok Post.

Pemilik motor, kata dia selamat, hanya mengalami luka ringan. Sedangkan, dua pemilik motor lainnya yaitu jenis Honda Scupy atas nama Dayu Agung, warga Desa Kawo mengalami luka berat di tangan dan kepala. Kemudian jenis Honda Supra X atas nama Babak, warga Desa Kawo juga mengalami luka ringan.

Motor berhasil di evakuasi. Begitu pula mobil Inova. Itu dikendarai Hapipin nomor polisi DR 1644 GZ. Dia selamat, tidak mengalami cedera. Mobilnya mencium aspal yang ambles. Dari cerita warga, saat kejadian lalu lintas kendaraan ramai. Itu setelah mereka mau berangkat bau nyale, atau menangkap cacing laut di Pantai Kuta dan Pantai Aan.

Sontak kerumunan warga berdatangan. “Kejadiannya pukul 04.00 Wita,” kata Baharudin. Atas kejadian itu, pihaknya berharap pemerintah provinsi dan pemkab segera memasang penerangan jalan umum (PJU).

Menurut dia, karena kondisi masih gelap, ditambah masih gerimis, pemilik-pemilik kendaraan tersebut tidak bisa melihat jembatan yang ambles. Mereka lolos saja. Kendaraan datang dari arah timur, menuju barat. “Ini sudah kesekian kalinya terjadi,” tambah Amaq Jamilah, di lokasi kejadian.

Seharusnya, pemerintah membangun jembatan dan akses jalan yang kuat. Aliran sungai di perlebar dan di perdalam lagi. Jika tidak, maka cepat atau lambat kejadian yang sama, akan terjadi lagi di kemudian hari.

Pantauan Lombok Post, arus lalu lintas kendaraan dari timur Desa Sukadana dan dari barat Desa Kuta, terganggu. Tidak bisa dilalui bus dan truk. Kecuali kendaraan roda empat dan motor. Itupun harus hati-hati, karena separuh badan jembatan ambles. Kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng dan ITDC memasang rambu-rambu jalan.

Pengendara rata-rata menghentikan laju kendaraannya. Lalu melihat-lihat kondisi yang terjadi. Kemudian, mengambil foto dan ada pula yang sekedar bertanya-tanya. “Karena ini jalan provinsi, maka kami berkoordinasi dengan Dinas PUPR NTB,” cetus Sekretaris BPBD Loteng Sabardi Alam, di lokasi yang sama.

Secara kasat mata, dia melihat dasar pilar jembatan tidak terlalu dalam, terlihat keropos. Namun, secara teknis menjadi tanggung jawab Dinas PUPR NTB. “Kita berharap dalam waktu cepat diperbaiki,” ujar Sabardi.

Akses jalan itu, menjadi satu-satunya jalur yang dilalui wisatawan. Baik yang ingin ke Pantai Kuta, Pantai Aan, Pantai Awang dan Pantai Bumbang. Termasuk kendaraan proyek pembangunan sirkuit MotoGP. Sejak kejadian itu, kendaraan proyek memutar melewati jalur-jalur dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Dalam siaran pers Biro Humas dan Protokol Setda NTB. Gubernur NTB Zulkieflimansyah meminta Dinas PUPR NTB, guna mengatasi musibah yang terjadi. “Kita laksanakan prosedur darurat,” kata Kepala Dinas PUPR NTB H Azhar.

Bentuknya, dengan mengalihkan arus lalu lintas kendaraan. Salah satunya, menuju Dusun Pongos Desa Sukadana. “Tim survei sudah melakukan langkah perbaikan yang diperlukan sementara,” ujarnya.

Dia menekankan, sebagaimana arahan dan perintah gubernur, dan wakil gubernur, maka dinasnya memastikan akan memperbaiki jembatan putus dalam waktu singkat dan cepat, tidak perlu berlama-lama. Harapannya, lalu lintas kendaraan kembali normal. Apalagi, lokasinya berjarak 500 meter dari proyek pembangunan sirkuit MotoGP.

“Penanganan jangka panjang terhadap seluruh infrastruktur jalan dan jembatan, akibat bencana alam, kami pastikan mantap,” janji Azhar.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks