VIDEO : Polda NTB Ungkap Penyalahgunaan Narkoba di Kampus Unram

MATARAM-Tim Subdit I dan tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB membongkar penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus Universitas Mataram (Unram), Rabu malam (15/7). Sebanyak 10 orang ditangkap . ”Ada mahasiswa dan ada juga alumni,” kata Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB Kompol I Ketut Sukarja usai penangkapan.

Pengungkapan peredaran narkoba di lingkungan kampus berawal dari informasi masyarakat. Sekitar pukul 20.00 Wita, tim membekuk  dua mahasiswa di salah satu kafe di Jalan Pemuda, Gomong, Mataram. ”Dari tangannya, kita menemukan dua paket ganja yang dibungkus menggunakan kertas klip,” terangnya.

Dari hasil interogasi, seorang mahasiswa itu hanya membeli. Dia melakukan transaksi pembelian ganja di wilayah kampus. “Kita langsung kembangkan,” jelasnya.

Satu jam kemudian tim bergerak menuju salah Unram di Mataram. Tepatnya, di depan salah satu sekretariat unit kegiatan fakultas (UKF) D3 Ekonomi. ”Di TKP kedua kita temukan delapan orang sedang duduk di depan sekretariat,” jelasnya.

Dari hasil penggeledahan dengan disaksikan security kampus, ditemukan sebanyak 19 poket ganja dari tiga orang. Tak hanya itu, tim juga menemukan lintingan ganja di dalam toples yang dibuang ke selokan. ”Dugaan kami, rencananya mereka akan melakukan pesta narkoba di lingkungan kampus,” bebernya.

Saat ini, tim masih terus mengembangkan kasus tersebut. Dia belum menyimpulkan peran masing-masing. ”Nanti setelah melakukan pemeriksaan baru kita simpulkan peran masing-masing,” terangnya.

Menurut polisi mereka sudah lama mengkonsumsi narkoba di lingkungan kampus. Buktinya, dari hasil tes urine, mereka dinyatakan positif menggunakan narkoba. ”Dilihat dari fisiknya, mereka ini pemain lama dan sudah lama menggunakan narkoba,” jelasnya.

Sukarja mengatakan, dilihat dari barang bukti yang diamankan, sepertinya ada pengedar narkoba jaringan kampus. ”Ya, memang ada jaringan di wilayah kampus itu,” ujarnya.

Namun, untuk membuktikan itu, harus melalui pemeriksaan. Siapa yang memang menjadi pengedar dan hanya pengguna. ”Peran masing-masing belum kita simpulkan,” kata Sukarja.

Dia akan melakukan pemeriksaan selama sepekan ke depan untuk menyimpulkan peran masing-masing. ”Tunggu saja hasil pemeriksaannya seperti apa. Kita juga masih kembangkan dari mana mereka mendapatkan narkoba itu,” ungkapnya. (arl/r2)