VIDEO : Penangkapan Tersangka Bandar Besar Narkoba di Karang Bagu Cakranegara

MATARAM-Bos sabu di Lingkungan Karang Bagu Cakranegara berinisial MR alias Sultan akhirnya dibekuk. Pelaku yang dikenal licin dan susah ditangkap  ini menyerah ditangan Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB. ”Pelaku ini merupakan bosnya,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Putra R usai penangkapan, Rabu (17/6).

Sultan ditangkap bersama empat orang lainnya, sekitar pukul 16.30 Wita, kemarin (17/6). Yakni pasangan suami istri berinisial MJ dan WK (perempuan) dan dua anak buahnya berinisial GA dan KS. ”Mereka kami tangkap di rumahnya di Karang Bagu,” jelasnya.

Untuk bisa menangkap Sultan dan sindikatnya, tim Subdit III telah menjalani penyelidikan selama dua minggu. Dia melakukan penyelidikan cukup lama karena rumah pelaku ini seperti benteng. ”Tembok rumah dan gerbangnya cukup tinggi. Bahkan, di setiap sisi rumahnya dilengkapi dengan CCTV,” jelasnya.

Dari hasil penggeledahan, tim menemukan barang bukti berupa sabu. Beratnya 10,10 gram. ”Sabu itu sudah dipecah untuk siap diedarkan,” bebernya.

Tak hanya itu, tim juga menemukan brankas berisi uang tunai sekitar Rp 15 juta. ”Diduga uang tersebut merupakan hasil penjualan barang haram tersebut,” jelasnya.

Di dalam rumah Sultan juga ditemukan alat pemecah sabu beserta alat pres klip sabu. ”Alat ini digunakan untuk mempercepat proses pemecahan sabu untuk diedarkan,” kata Helmi.

Ditemukan juga tujuh buku tabungan. Diduga di dalam buku itu dijadikan untuk melakukan transaksi narkoba dengan jaringan yang lain. ”Kita masih kembangkan hasil penangkapannya,” bebernya.

Tim juga menyita tiga mobil dan enam sepeda motor. Diduga kendaraan itu dijadikan sebagai operasional untuk mengedarkan narkoba. ”Kita sita karena ada kaitannya dengan peredaran narkoba,” ungkapnya.

Di rumah pelaku juga ditemukan tiga senjata air soft gun jenis revolver. ”Ini laras panjang dan laras pendek,” terangnya.

Saat ini, penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. Tim masih menelusuri dari mana dia mendapatkan barang haram tersebut.

”Apakah masuk jaringan antar provinsi atau tidak semua masih ditelusuri,” kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya akan menelusuri tindak pidana pencucian uang (TPPU). Karena, dari hasil operasi itu ditemukan sejumlah uang cash dan tujuh buku tabungan. ”Kita akan koordinasi dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dan pihak bank untuk menelusuri transaksi mereka,” bebernya.

Helmi menegaskan, tidak ada toleransi bagi para bandar dan pengedar. ”Zero toleran. Kita miskinkan mereka jika terbukti melanggar TPPU-nya,” tegasnya. (arl/r2)