VIDEO : Dukun di Sandik Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur

MATARAM-Pria berinisial B, 43 tahun harus berurusan dengan polisi. Pria asal  Sandik,  Lombok Barat (Lobar) itu diduga mencabuli anak di bawah umur. ”Pelaku ini tertangkap basah oleh kakak korban sedang mencium pusar anak korban di dalam kamar,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, kemarin (18/8).

Awalnya, pelaku dan orang tua korban masih berteman. Lalu, pelaku diminta datang ke rumah korban di Jalan Lestari Pejeruk Bangket, Ampenan, Mataram. ”Ayah korban sempat bercerita kalau anaknya sering sakit dan sering melihat makhluk gaib,” ungkapnya.

Selanjutnya, pelaku dimintai tolong oleh ayah korban mengobati penyakitnya. Pelaku pun menyetujuinya.

Sebelum dilakukan pengobatan, ayah korban diminta untuk menyiapkan beberapa syarat. ”Ayah korban diminta menyiapkan daun sirih, buah tebu muda, dan kencur,” bebernya.

Selanjutnya, pelaku mengobati korban. Pengobatannya dilakukan tertutup di dalam kamar. Tanpa disaksikan keluarga. ”Saat pengobatan pelaku membuka celana dan baju korban. Dan pelaku sudah mengakui kekhilafannya,” kata Kadek Adi.

Kakak korban yang berusia 18 tahun tidak mengetahui bahwa adiknya sedang diobati. Selanjutnya, membuka pintu kamar tempat adiknya diobati. ”Seketika itu kakak korban teriak,” ungkapnya.

Kakak korban teriak karena tindakan yang dilakukan pelaku tidak senonoh. Mencium bagian pusar korban tanpa mengenakan busana. ”Teriakan itu memancing warga. Dan berupaya menghakimi pelaku. Kita sudah amankan pelaku dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata dia.

Akibat perbuatannya, B dijerat pasal 82 ayat (1) juncto pasal 76 E Undang-undang   Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Sementara pelaku B mengaku, dirinya main ke rumah orang tua korban sekitar puku 10.00 Wita. Hingga siang. ”Dia menceritakan terkait kondisi anaknya,” kata B.

Hingga siang, pelaku pun pamitan untuk pulang. Namun, ayah korban tak menahannya. ”Saya diminta untuk mengobati anaknya,” jelasnya.

Pelaku pun meminta orang tua korban untuk menyiapkan syaratnya.. ”Saya suruh orng tua korban melengkapi perlengkapannya. ”Tebu,  daun sirih, dan kencur,” ujarnya.

B mengakui bahwa tindakannya salah. Dia sempat membuka celana dan baju korban. ”Saya khilaf,” ujarnya. (arl/r2)