VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

MATARAM-Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Selama buron, pelaku pergi ke Kalimantan. Di sana, pelaku bekerja di kebun kelapa sawit. ”Selama pelarian di Kalimantan pelaku ini menghubungi keluarganya melalui handphone,” tuturnya.

Dua pekan lalu, Saen diketahui pulang kampung. Saat itulah tim opsnal Polsek Lingsar menangkapnya. ”Saat kita tangkap, Saen tidak melakukan perlawanan,” ujar Dewi.

Saen diduga telah melakukan pencurian di salah satu rumah warga di Jalan Gora, Lingsar, Februari 2019 silam. Dia beraksi bersama tiga orang temannya. ”Kalau tiga temannya sudah menjalani proses hukum saat ini,” jelasnya.

Saat beraksi, Saen dan tiga kawannya membagi tugas. Dia menjadi pemetik. ”Mereka masuk ke rumah korban dengan cara melompat pagar tembok belakang,” terang satu-satunya polwan yang menjadi kapolsek di wilayah hukum Polresta Mataram itu.

Selanjutnya, mencongkel jendela belakang rumah korban. Semua isi rumah diangkut. Mulai dari laptop, komputer, printer, baju korban, kipas angin, tas ransel, satu set kasur spring bed beserta seprei dan bantalnya. ”Bahkan ijazah korban juga diangkutnya,” kata Dewi.

Beberapa barang hasil curiannya sudah dijual. Sementara laptop diambil Saen dan disimpan di rumahnya. Barang bukti berupa laptop berhasil diamankan. Itu didapatkan setelah polisi menggeledah rumahnya. “Rencananya, laptop itu akan dijual ke wilayah Lombok Tengah,” bebernya.

Akibat perbuatannya, Saen dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara.  Saen mengakui perbuatannya. Dia menyesal melakukannya. ”Nyesel, pak. Kapok,” kata Saen dengan nada rendah menyesali perbuatannya.

Dia mengira setelah setahun pergi ke Kalimantan polisi tidak akan mencarinya. Namun, dia salah perkiraan. ”Tetapi, malah ditangkap,” katanya. (arl/r1)