Seru, Detik-detik Polisi Gerebek Pengedar Sabu di Karang Bagu

Peredaran narkoba di Karang Bagu belum ada habisnya. Satnarkoba Polresta Mataram cukup intens menggerebek sarang para pengedar barang haram itu.

====

Sepekan ini, Satnarkoba sudah mengangkut puluhan penyalahguna dan terduga pengedar gelap narkoba. Hingga ruang tahanan Satnarkoba begitu sesak. 

Jumat, Pukul 02.10 Wita dini hari, mereka kembali mengobok-obok Karang Bagu. Mereka dibantu Unit Sabhara Polresta Mataram. 

Malam itu gang samping kuburan di Karang Bagu cukup gelap. Penerangan hanya ada di ujung gang.

Tim Satnarkoba Polresta Mataram mengatur siasat. Empat anggota masuk terlebih dahulu menggunakan sepeda motor. ”Kita buntuti dari belakang,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa yang memimpin operasi itu.

Sebelum sampai ujung gang, terlihat dari kegelapan ada tiga sepeda motor terparkir di dekat portal. Semakin dekat dengan portal, terlihat lima orang yang sedang berkumpul. Tiga orang laki-laki dan dua perempuan.  

”Ada apa ini, ada apa?” tanya seorang anggota sambil mendekati kerumunan itu.

Mendengar suara itu, mereka  bubar dan mau melarikan diri. Tak ingin kehilangan jejak, tim memberikan tembakan peringatan kepada mereka. “doorrr, dooorrr, dooorrr,” suara tembakan peringatan.

”Jangan lari, jangan lari,”kata anggota memberikan peringatan.

Dua pria berbadan gendut dan dua wanita itu tak bisa berkutik. Saat lari, mereka terciduk anggota yang sudah mengejarnya. ”Tiarap-tiarap kalian. Tiarap,” bentak polisi sambil memberikan tembakan peringatan.

Sedangkan satu orang kabur ke arah barat. Tim yang sudah siaga terus mengejarnya. Pria yang mengaku bernama Rodi itu tak mengindahkan peringatan polisi. Dia terus berlari hingga sampai di sawah di ujung kampung.

Polisi yang sudah mengepung  gang berhasil menangkap Rodi. Pria itu tak bisa berkutik. ”Apa salah saya pak, saya ini baru selesai main biliar,” kata dia memelas saat ditangkap di persawahan itu.

”Tolong-tolong, Pak Kaling, Pak RT, tolong. Jangan borgol saya pak, jangan,” teriak Rodi penuh iba.

”Diam mulutmu. Jangan banyak bergerak,” kata anggota dengan nada terengah-engah gara-gara mengejar Rodi.

Tangan Rodi diborgol dan digeret ke tempat mereka menjalankan transaksi narkoba. Mereka dikumpulkan. Laki-laki diminta untuk tiarap dan dua perempuan itu hanya diminta untuk duduk dengan tangan terborgol.

Tiga anggota mengintrogasi langsung di lokasi. Sisanya, tim mencari barang bukti transaksi narkoba yang dijalankan mereka.

Saat menyisir barang bukti, disaksikan langsung RT setempat. Dari hasil penyisiran itu, ditemukan barang bukti dua poket sabu yang tercecer. Dari kantong celana Rodi ditemukan tiga poket sabu. Total, ada lima poket sabu yang didapatkan malam itu.  

Tim menginterogasi satu per satu. ”Siapa nama kamu,” tanya polisi. ”Zaenal pak,” jawabnya.

”Kamu penjual ya,” tanya anggota. ”Tidak pak, bukan,” kelitnya.

Tim yang sudah lelah, memberikan tembakan peringatan. ”Doorrr, ngaku cepat kamu,” kata anggota dengan nada marah.

Setelah tembakan peringatan itu diberikan, pria yang akrab disapa Enal itu sesaknya kambuh. ”Tidak pak,” jawab dia dengan nafas terengah-engah.

Setelah keterangannya dikonfrontir dengan seorang perempuan yang juga tertangkap, Enal tak bisa mengelak lagi. Perempuan itu mengaku akan membeli narkoba. “Ya, bakal beli di mereka (Elan dan Rodi,Red),” aku perempuan yang mengaku diri bernama Ana itu.

Dari keterangan Ana, Enal tak bisa mengelak.  Dia pun mengaku barang itu miliknya. ”Ya, Pak tapi barang saya cuma satu poket,” akunya dengan nafas terengah.

Mereka pun diangkut. Setibanya, di Mapolresta Mataram, nafas Elan tak seperti saat ditangkap. ”Kamu sengaja akting sesak nafas ya,” tanya anggota.

Tiba-tiba, nafasnya terengah-engah lagi. ”Ndak Pak, memang saya penyakit asma,” aku Elan.

Tetapi, anggota tak begitu langsung percaya kepadanya. Dari pantauan koran ini, ketika Elan tak ditanya lagi oleh anggota, dia tetap bernafas normal. Tetapi, ketika ditanya nafasnya mulai terengah-engah. ”Ahhh, dia akting itu,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Kadek Adi.

Dia menjelasakan, tim masih mendalami peran masing-masing. Dari hasil tes urine, mereka semua positif menggunakan narkoba. ”Kita masih kembangkan dari mana mereka mendapatkan barang,” kata dia. (tim/r2)