alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

VIDEO : Tiga Bulan Keluar Bui, Warga Mayura Kembali Ditangkap Polisi

MATARAM-Baru tiga bulan keluar penjara karena kasus narkoba, NP alis Nap berulah lagi. Kali ini, pria asal Pandansalas, Cakranegara, Mayura Mataram itu melakukan tindakan pencurian. ”Pelaku ini mencuri di wilayah Cakranegara, Sabtu malam (18/7) lalu,” kata Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur, Selasa malam (21/7).

Pelaku ditangkap, Senin (20/7) lalu. Di Batujai, Lombok Tengah (Loteng). ”Kita tangkap saat kabur ke rumah temannya di Loteng,” ujarnya.

Kasus pencurian itu berawal dari korban mencari seorang perempuan. Korban tertipu oleh perempuan tersebut. ”Saat mencari perempuan itu, korban bertemu dengan pelaku dan dua orang laki-laki,” jelasnya.

Korban meminta bantuan kepada mereka untuk mencari perempuan yang dimaksud. Karena, Nap dan dua orang pria itu mengaku mengetahui keberadaan perempuan yang dicari korban. ”Karena merasa aman, korban percaya dengan pelaku dan dua orang pria itu,” ujarnya.

Selanjutnya, korban bersama Nap dan dua orang laki-laki itu mencari perempuan itu menggunakan mobil pikap. ”Mereka duduk berempat di depan mobil,” ujarnya.

Di tengah perjalanan, pelaku dan dua rekannya melihat dompet tebal berisikan uang milik korban. Seketika itu  Nap bersama dua rekannya merampas dompet tersebut. ”Dompet itu berisikan uang Rp 11 juta,”  jelasnya.

Setelah mencuri uang milik korban. Nap dan dua orang rekannya membagi hasil curian.”Pelaku ini mengaku mendapat bagian Rp 2,7 juta,” terangnya.

Sementara sisanya dibagi  ke rekannya. Petugas masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang belum tertangkap. ‘’ Identitasnya sudah ada. Kita masih kejar yang dua orang itu,’’ tuturnya.

Zaky mengatakan, Nap bukan pemain baru. Dia memiliki catatan kriminal dan sudah dua kali keluar masuk penjara.

Pertama kali dipenjara karena tersandung kasus perjudian. Kedua, NAP ditangkap dan dipenjara 5 tahun 3 bulan karena kasus sabu. ”Ini yang ketiga kali dia ditangkap,”  jelasnya.

Sementara itu, Nap mengaku mencuri uang korban bersama dua orang rekannya. Pria 47 tahun itu hanya mendapatkan jatah Rp 2,7 juta. ”Sisa uangnya tinggal Rp 650 ribu,” kata Nap.

Uang itu sudah habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ”Saya juga gunakan untuk membeli miras,” ujarnya.

Nap dijerat pasal 363 KUHP ayat 1 ke-4 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks