alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

VIDEO : Unjukrasa, Warga Desa Lembuak Narmada Tuntut Kades Mundur

GIRI MENANG-Ratusan warga Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, menggeruduk kantor desa. Mempertanyakan dugaan penjualan aset desa yang dilakukan kades. ”Masyarakat kecewa. Ini aset turun temurun, sejak pelangsiran di tahun 1957. Jadi pesangon juru tulis,” kata mantan Kades Lembuak Moh. Sabirin, Rabu (22/7).

Dugaan penjualan aset ini membuat warga memberikan mosi tidak percaya Kepada Kades Lembuak Kamarudin Zaelani. Warga juga menuntut kades untuk mundur dari jabatannya. Mereka juga berencana melaporkan kades dan pihak yang terlibat, terkait dugaan pemalsuan dokumen.

Sabirin mengatakan, kekecewaan warga sangat wajar. Ia juga tidak bisa menyalahkan keinginan masyarakat. Meski Kades Lembuak saat ini merupakan adiknya. ”Bagaimanapun, warga mengetahui kalau tanah itu sebagai aset desa. Kades terlalu memperlihatkan keberpihakan, seharusnya dipertahankan asetnya,” beber Sabirin.

Sebagai mantan kades, sekaligus mantan pekasih di Desa Lembuak, Sabirin tahu persis silsilah tanah. Yang menjadi pemicu warga Lembuak menggeruduk kantor desa. ”Makanya saya berani sobek salinan pipil tadi, karena itu palsu,” katanya.

Ia menerangkan, satu satu pipil tidak mungkin terdapat banyak bidang tanah atau persil. Apalagi terdapat jalan selebar 10 meter yang menjadi batas antara satu bidang tanah dengan bidang lainnya.

”Itu aturannya berlaku nasional. Makanya satu bilang pipil itu palsu. Masa satu pipil ada banyak persil yang digabung jadi satu,” tuturnya.

Selain itu, di dalam pipil tersebut tanah yang merupakan aset desa disebut seluas 29 are. Padahal kondisi riil di lapangan tidak seluas itu. ”Yang aslinya cuma 13,7 are kok. Itu saja sudah tidak nyambung,” ujar Sabirin.

Warga, lanjut Sabirin, menemukan banyak indikasi pelanggaran. Terkait dugaan penjualan aset desa. Bukan saja soal ketidaksesuaian luas dan dugaan pemalsuan dokumen. Ada juga terkai transfer uang ke rekening pribadi milik kades. Yang diduga merupakan kompensasi atas penjualan tanah tersebut.

Mengenai kompensasi tersebut, disinggung dalam dokumen nota kesepahaman tentang perjanjian kerjasama. Yang melibatkan dua pihak. Artiah sebagai pihak pertama dan Kamarudin Zaelani, yang merupakan kades, menjadi pihak keduanya.

Di nota kesepahaman itu, kades berkewajiban untuk menjual sebidang tanah seluas 29 are. Yang terletak di Dusun Telaga Ngembang Dasan, Desa Lembuak. Tanah inilah yang disebut warga sebagai aset desa.

Atas penjualan tanah tersebut, pihak pertama wajib memberikan royalti. Sejumlah 50 persen dari hasil penjualan tanah. Di lokasi yang sama. Kepada pihak kedua.

Kepala BPD Lembuak H Darwilan Rifai mengatakan, tuntutan masyarakat telah mereka catat. Pihaknya akan segera menyampaikan kepada Bupati Lobar. ”Akan kita sampaikan langsung ke Bupati, segera,” katanya.

Sementara itu, Kades Lembuak Kamarudin Zaelani mengatakan, latar belakang ia terlibat dalam memfasilitasi penjualan tanah itu, berdasarkan alas hak dari Artiah. Ia sendiri tidak mengetahui apakah pipil tersebut asli atau palsu. ”Bukan kewenangan saya untuk mengatakan itu asli atau palsu,” tegasnya.

Mengenai tuntutan warga, Kamarudin mengaku siap. Jika ia benar terbukti bersalah, Kamarudin akan mundur dari jabatannya sebagai kades. ”Saya akan mengundurkan diri kalau benar terbukti salah. Kapan pun itu,” tandas Kamarudin. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks