VIDEO : Razia Masker, Polisi Periksa Tempat Hiburan Malam di Senggigi

MATARAM-Polres Lombok Barat (Lobar) terus menekan penyebaran Covid-19  di kawasan wisata. Untuk memutus mata rantai penyebarannya, mereka menggelar razia di tempat hiburan kawasan Senggigi, Sabtu malam (22/8).

”Razia ini rutin kita lakukan untuk memastikan para pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Kapolres Lobar AKBP Bagus Satriyo Wibowo usai razia.

Kegiatan razia tersebut merupakan implementasi dari instruksi presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. TNI-Polri dan stakeholder lainnya dituntut mematuhi protokol kesehatan. ”Kita  menertibkan serta terus mensosialisasikan setiap pelaku usaha dan pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Pelaku usaha di Senggigi dituntut untuk mematuhi protokol kesehatan. Caranya, harus menyediakan tempat cuci tangan sebelum masuk ruangan tempat hiburan. Serta menerapkan jaga jarak  dan mewajibkan pengunjung menggunakan masker.

”Kita lihat tempat hiburan telah menerapkan protokol kesehatan. Para pengusaha sudah menyediakan itu semua,” kata dia.

Menurutnya, Senggigi telah menerapkan protokol kesehatan. Semua pengunjung tempat hiburan menerapkan protokol kesehatan. ”Saya rasa Senggigi sudah aman dikunjungi. Sekarang tinggal konsistensinya saja,” kata dia.

Kerja keras yang dilakukan semua pihak di Lobar telah memberikan dampak untuk menekan penyebaran Covid-19. Beberapa kawasan yang sebelumnya masuk zona merah kini berangsur menuju zona hijau. ”Saya berharap semua masyarakat terus berkomitmen untuk mematuhi protokol di masa pandemi,” harapnya.

Manajer Metropolis Café,  Fransiskus mengatakan, manajemen telah menjalankan protokol kesehatan. Sesuai imbauan dari pemerintah dan TNI-Polri. ”Kita sediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di pintu masuk,” kata Fransiskus.

Kapasitas  pengunjung juga dibatasi. Karena, tempat duduk sudah dikurangi. ”Cara itu untuk mengantisipasi kerumunan pengunjung,” jelasnya.

Sementara pengunjung yang tidak menggunakan masker tidak disuruh pulang. Pihak manajemen menyiapkan masker untuk mereka. “Kita sudah siapkan masker satu boks untuk diberikan kepada para pengunjung yang tidak menggunakan masker,” kata dia.

Untuk mensosialisasikan protokol kesehatan, tidak ada kendala. Karena koordinasi terus dilakukan dengan pegawai dan pemerintah. ”Apa yang kita lakukan ini untuk kebaikan bersama. Agar para pengunjung tidak terpapar Covid-19,” kata dia.

Dia berharap, di masa pandemi ini kawasan wisata Senggigi tetap survive. Mengingat, yang paling terdampak akibat pandemi adalah usaha dibidang wisata. ”Semoga pandemi ini cepat berlalu. Kita bisa kembali hidup normal,” harapnya. (arl/r2)