Cegah Abrasi, Pemkab Lombok Utara Tanam 1.000 Mangrove

TANJUNG-Pesisir pantai di Kabupaten Lombok Utara (KLU) cukup kritis akibat abrasi. Ini yang mendorong Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) KLU melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove di pesisir Lempenge, Rabu (24/6).

”Momentum Hari Lingkungan Sedunia kita isi dengan kegiatan penanaman di pesisir pantai,” ucap Kepala DLHPKP KLU M Zaldy Rahardian, kemarin (25/6).

Kegiatan tersebut sejatinya dilaksanakan sebelum adanya pandemi. Namun Korona membuat kegiatan tersebut tertunda. ”Ini juga menjadi salah satu bagian dari HUT KLU 21 Juli mendatang sekaligus peringatan Hari Bhayangkara,” jelas dia.

Mantan kadis PUPR KLU ini mengungkapkan, animo masyarakat sangat tinggi. Warga desa, pemerintah kecamatan, PMI, aktivis lingkungan, hingga kepolisian ambil bagian. ”Mereka sangat antusias akan itu,” ujarnya.

Ia melanjutkan, ada 18 titik di pesisir KLU yang kondisinya sangat kritis akibat abrasi. Lempenge Kecamatan Gangga adalah salah satunya. ”Jadi kita ingin menjaga pantai yang ada di KLU guna mengurangi abrasi,” tegas dia.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) Anas Gaib menuturkan, ada puluhan hektar lahan yang butuh ditanami mangrove. Perlu sekitar ratusan ribu bibit untuk itu. ”Ada sejumlah titik yang rawan. Seperti destinasi pantai Tebing dan Muara Koloh (sungai) Penggolong,” beber dia.

Kegiatan penanaman mangrove itu, adalah yang pertama kali sejak 12 tahun berdirinya KLU. Melihat antusiame warga, Anas berniat untuk memperogramkan itu secara massif. (fer/r9/r8)