alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

VIDEO : Petugas Temukan Beras Bantuan JPS Mataram Berkutu

MATARAM-Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram mengecek sembako yang masuk dalam jaring pengaman sosial (JPS) Kota Mataram sebelum didistribusikan ke masyarakat. Tim gugus menyebar ke beberapa rekanan yang menyiapkan sembako JPS bagi warga terdampak Covid-19 Kota Mataram.

Di CV Ujung Langit, tim langsung memeriksa bererapa sembako. Kerupuk, Gula, Beras, dan beberapa produk UMKM yang masuk JPS. Saat pengecekan, tim menemukan beras yang akan dibagikan ke masyarakat, berkutu.

“Semuanya (berat dan jumlahnya) sudah pas. Hanya beras kutuan ini kita minta diganti,” kata Inspektur Inspektorat Kota Mataram HL Alwan Basri, Jumat (24/7).

“Rekanan juga sanggup mengganti,” imbuh mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram itu.

Alwan meminta agar CV Ujung Langit mengganti semua beras. Terdapat tiga jenis beras yang diganti karena ada kutu. Dia juga akan meminta pihak Bulog mengecek beras di CV Ujung Langit ini. Apakah layak atau tidak dikonsumsi. “Yang lain-lainnya (Sembako, Red) sudah bagus. Takarannya juga sudah pas,” terang Alwan.

Dari komunikasi dengan pihak CV Ujung Langit, Alwan menuturkan, beberapa hari ini rekanan siap mengganti beras. Dan waktunya juga masih panjang. “Senin mulai didistribusikan ke kantor lurah,” terangnya.

Tak hanya di CV Ujung Langit, tim gugus lainnya juga mengecek sembako di CV Bangil Persada di Kekalik sebagai penyedia JPS. Sembako yang masuk JPS tahap II yang akan disalurkan sebagian besar takarannya lebih. Beras, Gula, Abon, dan sembako lainnya takarannya lebih.

Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, sesuai dengan hasil rapat ada beberapa item sembako diganti dan dikurangi. Biskuit diganti dengan beberapa olahan makanan produk UMKM. Begitu juga dengan sabun yang dulunya enam biji, dikurangi menjadi tiga biji. “Pokoknya total satu paket ini Rp 250 ribu,” kata Tura.

Paling lambat, pendistribusian JPS tahap dua untuk 32.548 kepala keluarga (KK) sudah sampai masyarakat  30 Juli mendatang. “Sebelum lebaran bantuan ini sudah sampai masyarakat,” pinta mantan Kepala Dinas PUPR Kota Mataram ini.

Irma Erviana, perwakilan CV Ujung Langit mengatakan, pihaknya siap mengganti beras yang kutuan sesuai permintaan gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram. Saat ini, kata dia, baru 8 ton yang datang dari kebutuhan 80 ton. Namun setelah ada penolakan dari gugus tugas maka beras akan diganti.

“Kalau yang lainnya sih tidak ada masalah. Kami hanya diminta ganti beras saja,” tutur perempuan berjilbab ini.

Direktur CV Bangil Persada Yosi Jorgi mengatakan, kesalahan yang sebelumnya menjadi pengalaman. Karena pada waktu itu belum ada timbangan. Belum lagi ia mempercayakan orang-orangnya yang menimbang sembako yang terdapat kurang takaran. “Kesalahan kemarin kita jadikan pengalaman,” ungkap dia.

Kini, hampir semua item sembako takarannya dilebihkan. Seperti beras rata-rata dilebihkan 150 sampai 200 gram. Begitu juga dengan gula dilebihkan 10 gram dan abon 5 gram.

Belajar dari sebelumnya, ia merasa tidak nyaman jika ada item sembako yang kurang untuk masyarakat terdampak Korona. Dia meminta barang-barang yang sudah siap ini bisa dikirim. Namun pemkot meminta agar paket sembako dikirim Senin (27/7) mendatang. “Kita ingin sih langsung dikirim. Ada seribu yang sudah dikemas. Kita siap kirim,” tuturnya

Jorgi merasa senang karena barang-barangnya diterima. Apalagi Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang dan Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura bersama pihak kepolisian mengecek langsung semabko JPS. Bahkan mereka menerima barang-barang yang memang layak dikonsumsi masyarakat. “Kita bersyukur bisa meyediakan sembako yang layak bagi masyarakat,” ungkapnya. (jay/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks