alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

VIDEO : Napi Lapas Mataram Diduga Pesan 3 Kilogram Ganja dari Aceh

MATARAM-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram kembali menjadi sorotan. Narapidana narkoba berinisial AD diduga mengendalikan pengiriman ganja seberat 3 kilogram dari dalam penjara. ”Pemesan ganja ini dari Lapas Mataram,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto saat jumpa pers didampingi Wadirresnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah dan Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB Kompol I Ketut Sukarja, (23/7) lalu.

Terungkapnya kedok napi AD berawal dari penangkapan dua kurir berinisial RPD, 22 tahun dan YPJ, 23 tahun. Keduanya mengambil paketan berisi ganja di salah satu jasa pengiriman barang. ”Dia mengambil paketan berisi ganja itu di Selong, Lombok Timur (Lotim), Sabtu (18/7) lalu.

Paket berisi ganja itu dituliskan nama pengirim dan penerimanya. Pengirimnya dari Kak Isah yang beralamat di Jalan Medan B Aceh Utara.

Penerimanya ditujukan ke seseorang bernama Rantak. Alamatnya, Jalan Suhada Nomor 17, Pringgasela, Lotim. ”Alamat  dan orang yang dituliskannya ini palsu. Itu hanya modus saja. Yang benar memang barang itu dikirim dari Aceh,” jelasnya.

Dari hasil penangkapan dua warga Aikmel itu, tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB mengembangkan kasus tersebut. Dari pengakuan RPD dan YPJ dia hanya dimintai tolong oleh rekannya, berinsial FDR dan AHD. ”RPD dan YPJ dijanjikan uang Rp 1 juta  untuk mengambil paket berisi ganja ini,” bebernya.

Sekitar pukul 13.30 Wita, Sabtu (18/7) tim berhasil menangkap FDR dan AHD. Dua mahasiswa asal Sumbawa itu ditangkap di kosnya, Jalan Sultan Salahudin, Batu Dawa, Tanjung Karang, Mataram. ”Dari pengakuannya, mereka berdua ini juga dimintai tolong oleh seseorang berinisial MRD,” ungkapnya.

FDR dan AHD dijanjikan upah Rp 1 juta jika berhasil mengambil paket tersebut. Karena tergiur, mereka sepakat untuk mengambil paket tersebut. ”Karena, dia yang tinggal di Mataram terlalu jauh untuk mengambil paket di Selong, dari situlah FDR dan AHD meminta tolong ke RPD dan YPJ mengambil paket itu,” bebernya.

Selanjutnya, tim melakukan pengembangan. Tim  berhasil menangkap MRD yang menyuruh FDR dan AHD mengambil paket berisi ganja. ”Kita tangkap MRD di Jalan Udayana. Tepatnya di depan kantor DPRD NTB,” terangnya.

Dari pengakuan warga Dasan Agung tersebut dia disuru mengambil paket sabu oleh seorang narapidana berinisial AD. Dia mengenal AD saat masih di dalam penjara. ”MRD ini pernah terkena kasus narkoba juga dan dia saling kenal dengan AD di penjara,” ujarnya.

Rencananya, MRD bakal mengedarkan ganja tersebut di Mataram. Dia akan membagi hasil dengan AD. ”Kita masih dalami pembagian hasil penjualannya. Berapa persentase yang diterima MRD,” ujarnya.

MRD dan AD pemain lama. Mereka khusus mengedarkan ganja. ”Mereka memiliki jaringan antar provinsi,”  kata dia.

Wadirresnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah mengatakan, kasus tersebut masih dalam pengembangan. Lima pelaku yang ditangkap tersebut perannya baru sebatas sebagai kurir. ”Penyidik sedang mendalami keterlibatan napi berinisial AD yang diduga sebagai pemilik ganja tersebut,” kata Erwin.

Penyidik bakal berkoordinasi dengan Lapas Mataram untuk melakukan pemeriksaan terhadap Napi AD. Penyidik akan bersurat ke Lapas untuk menghadirkan AD dalam proses pemeriksaan. ”Hari ini (23/7), kita bersurat. Kita bon dulu si AD,” ungkapnya.

Keterlibatan dua mahasiswa asal Sumbawa tersebut menjadi pengedar ganja belum disimpulkan. ”Indikasinya, dua mahasiswa itu juga mengedarkan ganja di lingkungan kampus. Tetapi, perlu pendalaman lagi,” terangnya.

Kelima kurir tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat pasal 111 ayat (2), pasal 114 ayat (2) dan pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks