Video Pengakuan Mantan Napi Terkait Narkoba di Lapas Mataram

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram telah  berupaya membina para narapidana. Namun celah bagi para penjahat untuk kembali berulah hampir selalu ada. Buktinya kasus peredaran narkoba yang melibatkan penghuni penjara kambali mengemuka.

 

====

Mantan narapidana kasus narkoba Yuli (nama samaran) ditangkap Satnarkoba Polresta Mataram, Sabtu (22/2). Dia dibekuk atas pengakuan salah seorang tersangka pengedar narkobadi bilangan Cakranegara.

”Suami saya, menjalani hukuman lima tahun dua bulan, karena kasus narkoba,”  ungkapnya.

Penangkapan Yuli kali ini tak lepas dari ulah sang suami dari dalam lapas. Dia diduga mengendalikan bisnis narkoba dari dalam penjara. ”Ya, lewat HP berkomunikasinya,” terangnya.

Bagaimana cara mendapatkan HP?  Yuli mengaku sang suami mendapatkan HP dari sejumlah oknum di dalam Lapas. Ia menyebut ada peran rekan sesama dan tahanan dan oknum petugas Lapas. Keterangan ini ia perkuat dengan pengalamannya sendiri sebagai mantan warga binaan pemasyarakatan.

”Kalau pulsa kita minta tolong ke keluarga dan teman dari luar,” terangnya

Lalu bagaimana cara mengendalikan narkoba dari Lapas?. Yuli mengaku dia hanya mengikuti arahan suaminya. Saat di telepon, dia hanya diminta menerima uang dri pembeli. ”Suami saya nanya, berapa duitnya. Ya, saya jawab segini uangnya. Lalu suami saya hanya bilang ohhh ya udah,” bebernya.

Selama suaminya di dalam penjara, dia sudah mengambil uang di dua orang pengedar. Berinisial MA alias Kedok dan seseorang biasanya dipanggil Pak Haji. ”Saya tidak tahu nama aslinya,” kata dia.

Dia menerima uang Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Tergantung dari permintaannya. ”Saya hanya menerima uang saja. Tidak ada barang saya bawa,” jelasnya.

Yuli sama sekali tidak mengetahui asal barang tersebut. ”Suami saya ini hanya menjadi perantara saja,” ungkapnya.

Yuli mengaku, semenjak suaminya ditangkap dia tidak pernah membawa barang. Dia yang juga pecandu ingin sekali menggunakan barang haram tersebut. ”Kalau ingin makai, saya minta sedikit di tetangga. Sekarang sudah ditangkap,” kata Yuli.

Saat ini, suaminya sudah tidak dipercaya lagi membawa barang oleh bosnya. Sehingga, tidak pernah menyimpan barang di rumahnya. ”Suami saya sudah membuat bosnya kecewa,” ujarnya.

Siapa sih bosnya?. Yuli enggan membeberkannya. ”Saya tidak tahu bosnya. Saya hanya menjalankan perintah suami,” kelitnya.

 

Lapas Siap Beri Sanksi Tegas

Sementara itu Kalapas Mataram M Sanni mengaku belum pernah menemukan oknum tamping (tahanan pendamping) dan dan petugas yang menjual HP selama menjabat. ”Jangankan menjual, menyelundup narkoba juga kita belum menemukannya,” kata Sanni.

Setiap Tamping yang keluar masuk harus diperiksa ketat. Jangan sampai mereka menyelundupkan barang yang dilarang. ”Di pintu masuk Tamping harus tetap digeledah,” bebernya.

Begitu juga dengan sipir yang akan memasuki blok, dilarang membawa HP. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi ada kecurangan para sipir yang bermain. ”Kita sudah perketat semuanya,” akunya.

Jika ada sipir yang bermain, Sanni tidak segan-segan untuk menindak tegas. ”Saya proses sesuai dengan aturan yang berlaku. Bisa saja nanti dipecat tidak hormat,” tegasnya.

Begitu juga Tamping yang coba menjual atau menyelundupkan barang  terlarang masuk ke Lapas akan dihukum. ”Kita tidak segan-segan menindak tegas mereka,” ungkapnya.

Dia meminta kepada masyarakat jika ada yang bermain silakan saja melapor. ”Sebut saja namanya,” pungkasnya. (tim/r2)