VIDEO: Fasilitas Pendukung Pasar Renteng Praya Butuh Rp 5,4 Miliar

111

PRAYA-Pembangunan Pasar Renteng Praya sudah rampung. Kini tinggal membangun fasilitas pendukung. Untuk membangun fasilitas itu pemkab menyediakan anggaran Rp 5,4 miliar.

“Tahun ini, sudah dianggarkan Rp 1,6 miliar,” kata Kepala Dinas PUPR Loteng Lalu Firman Wijaya pada Lombok Post, kemarin (28/1).

Kata dia, fasilitas yang akan dibangun seperti taman atau ruang terbuka hijau, areal parkir, dan pagar keliling pasar. Pembangunan fasilitas itu ditargetkan selesai satu atau dua tahun ke depan. “Kalau bangunan pasarnya sudah 100 persen rampung,” tandasnya.

Bagi Firman, bangunan itu cukup penting, guna memastikan tidak ada lahan atau ruang kosong. Sehingga tidak digunakan untuk yang lain-lain. Misalnya, mendirikan lapak secara ilegal, atau memarkir kendaraan secara liar. Kendati demikian, pengawasan secara melekat tetap dijalankan.

Apalagi bupati telah membuat kebijakan bahwa, Pasar Renteng akan dikelola UPT Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng. Fasilitas lain seperti pengelolaan sampah, air bersih, jaringan listrik dan pengamanan pasar sudah tersedia. “Intinya, pedagang tinggal terima tempat berjualan saja,” ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya bersama Disperindag Loteng akan menggelar sosialisasi kepada pedagang. Sekaligus pembagian tempat berjualan. Pemerintah akan membagi di mana pedagang buah, sayur-mayur, kuliner, pakaian atau pedagang yang menjual perabotan rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB Kementerian PUPR RI Ika Sri Rejeki mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menyerahkan pengelolaan dan pemanfaatan pasar ke Pemkab Loteng. Dia berharap, pemkab memelihara dan menjaganya dengan baik.

“Sehingga bangunan pasar yang megah dan mewah ini bertahan lama,” pesannya.

Kendati demikian, selama enam bulan setelah serah terima, masa pemeliharaan masih menjadi tanggung jawab Satker Kementerian PUPR RI. (dss/r5)