Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mahasiswa Magang di PLTP Ulumbu Tidak Menemukan Dampak Buruk terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Marthadi • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 18:13 WIB

Mahasiswa Universitas Nusa Cendana yang sedang magang di PLTP Ulumbu melakukan pengamatan lingkungan.
Mahasiswa Universitas Nusa Cendana yang sedang magang di PLTP Ulumbu melakukan pengamatan lingkungan.
LombokPost-Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu eksisting tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan maupun kelangsungan hidup masyarakat sekitar.

Itu menjadi kesimpulan empat mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT, yang menjalani magang di pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) itu. 

Salah satu mahasiswa, Eugenius Nohor menguraikan kegiatan sehari-hari mereka selama magang di PLTP yang telah beroperasi sejak 2012 itu. Mulai dari pengenalan unit sampai cara kerja generator dan komponen-komponen PLTP Ulumbu.

Sembari melakukan tugas-tugas harian yang menjadi tanggung jawabnya, Eugenius memanfaatkan kesempatan itu untuk mengamati keadaan lingkungan sekitar PLTP Ulumbu. 

Kesimpulannya, tidak ada tanda-tanda kerusakan lahan pertanian maupun hasil tani akibat aktivitas PLTP.

Segala hal terkait prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) hingga pemakaian alat pelindung diterapkan dengan begitu ketat.

"Berita yang dikabarkan media terkait bahaya geothermal tidak benar. Selama magang, saya tidak melihat adanya dampak lingkungan yang negatif. Tidak ada emisi gas berbahaya yang terdeteksi di PLTP Ulumbu, ini H2S (hidrogen sulfida) bisa dicegah dan PLN sudah menyiapkan alat-alatnya. Limbah panas bumi dikelola dengan baik dan tidak mencemari tanah atau air," papar Eugenius.

Pengalaman itu juga dirasakan temannya, Gervaselius Alessandro Dampung. Selama menjalani masa magang, ia bertekad untuk membuktikan sendiri dampak lingkungan sekitar PLTP Ulumbu.

Dari pengamatannya, Gervaselius membeberkan bahwa lingkungan sekitar PLTP Ulumbu tetap asri dengan vegetasi yang tumbuh subur.

"Ini di dekat kita hijau kali, selama magang, saya pribadi tidak merasakan atau melihat dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan hidup, saya senang di sini bisa belajar banyak mesin-mesing PLTP yang punya masa depan pembangkit bersih," kata Gervaselius.

Sepanjang masa praktik kerja itu, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik asal Kampung Pongutung, Kecamatan Satar Mese, ini memperoleh kesempatan untuk mempelajari seluk beluk sistem operasional PLTP dengan didampingi oleh tenaga-tenaga profesional.

"PLTP ini juga berkontribusi pada stabilitas pasokan listrik serta kemandirian energi di daerah sekitar, yang sebelumnya mungkin mengalami keterbatasan akses energi. Dengan adanya pembangkit ini, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang lapangan kerja baru, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar mahasiswa peminatan Konversi Energi itu.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Ratusan Siswa MAN Lobar Gelar Salat Istisqa

Rekan satu fakultasnya, Aprilianus Tri Putra juga merasakan hal yang sama.

Selama magang, mahasiswa dengan peminatan Rekayasa Material itu mengaku wawasan dan pengetahuan teknisnya terkait PLTP Ulumbu serta dampaknya terhadap kelangsungan hidup masyarakat sekitar semakin terbuka lebar.

Mahasiswa asal Kampung Poka, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, itu berkesempatan mengamati proses ekstraksi uap dari sumur geothermal dan cara konversinya sampai menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sementara sesuai lapangan, (PLTP Ulumbu) tidak merusak lingkungan," kata Aprilianus.

Mahasiswa magang lainnya, Marselinus Aryanto Gensi, tak memungkiri adanya stigma terhadap proyek strategis nasional (PSN) itu di mata masyarakat awam.

Namun, berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadinya, ia semakin yakin PLTP Ulumbu adalah sumber energi listrik yang aman dan ramah lingkungan.

"Karena kalau dilihat dari uap panas yang keluar dari sistem produksi itu sudah melalui proses kondensasi, artinya uap panas yang keluar itu sudah bersih dari unsur H2S (hidrogen sulfida)," kata Marselinus.

Ketat dan amannya prosedur tersebut, kata Marselinus, terbukti dari suburnya pohon-pohon yang tumbuh di sekitar PLTP Ulumbu. Begitu pun lahan pertanian sekitar yang tetap memproduksi hasil tani yang berkualitas.

"Dari segi sosial ekonomi, dilihat di lapangan sekarang, begitu banyak masyarakat lokal yang bekerja di PLTP Ulumbu. Ini menambah lapangan pekerjaan untuk membantu kehidupan masyarakat lokal," ungkap Marselinus.

Para mahasiswa NTT ini menyampaikan semangatnya untuk mempelajari seluruh proses geothermal dan berharap bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. (*)

Editor : Marthadi
#Magang #Mahasiswa #pltp #kupang #Ulumbu