Rapat yang digelar di kantor BPN Manggarai ini diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai.
Rapat persiapan ini merupakan langkah awal PT PLN (Persero) UIP Nusra mengamankan aset PLN dalam upaya akselerasi transisi energi baru terbarukan (EBT) serta memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang ramah lingkungan.
General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra Yasir menjelaskan, rapat persiapan ini merupakan tahap awal sebelum sosialisasi kepada pemegang hak atas tanah yang akan dilakukan pada Rabu dan Kamis (19-20/2).
"Lewat rapat ini kita mematangkan dan mempererat sinergi untuk tahap-tahap selanjutnya yang diharapkan tidak ada hambatan dalam pelaksanaannya," ucap Yasir.
Senada dengan Yasir, Kepala Kantor Pertanahan Manggarai Jermias Haning menegaskan, rapat ini untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam pengadaan tanah antara tim pelaksana dan tim pendamping.
Melalui rapat ini, tim pelaksana dan tim pendamping pengadaan tanah access road STA 0+000 - 7+200 PLTP Ulumbu menyatakan kesiapannya melaksanakan tugas masing-masing.
"Mohon dukungan kapolres Manggarai, dandim Manggarai, kajari Manggarai, dan kepala desa terkait untuk kelancaraan tahap pengadaan tanah," kata Jermias.
Pihak polres, kodim, dan Kejari Manggarai, serta kepala desa terkait pun siap mendukung dan berkomitmen penuh mengamankan kegiatan pengadaan tanah infrastruktur kelistrikan ini.
Mereka juga meminta PLN untuk melibatkan masyarakat dalam berbagai tahapan pembangunan geothermal.
"Kami mendukung proyek strategis nasional yang dilaksanakan PLN dan mengapresiasi langkah PLN untuk meningkatkan kualitas jalan di Kabupaten Manggarai," kata Dandim Manggarai.
Sementara itu, masyarakat sekitar kawasan pengembangan, yang diwakili Kepala Desa Ponggeok Hermanus Jelanu dan Kepala Desa Wewo Laurensius Langgut menegaskan, mereka siap mendukung seluruh tahapan yang ada dalam pelaksanaan pengembangan PLTP Ulumbu.
"Secara prinsip, masyarakat mendukung kegiatan ini," kata Laurensius. (*)
Editor : Marthadi