Bagi umat Muslim yang mampu, kurban satu ekor sapi akan lebih baik dibandingkan satu ekor kambing.
Akan tetapi, bagi yang kurang mampu atau memiliki keterbatasan biaya seringkali melakukan patungan dan mengeluarkan kurbannya secara kolektif.
Banyak yang bertanya-tanya apakah dalam Islam dibenarkan mengeluarkan kurbannya secara kolektif atau kerap disebut patunhan beli hewan kurban?
Terdapat ketentuan yang berlaku saat melakukan kurban. Beberapa diantaranya, yakni satu ekor unta dan sapi yang boleh untuk tujuh orang secara patungan. Sedangkan seekor kambing hanya boleh untuk satu orang yang berkurban.
Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (MPI SPs UMJ) Dr. Saiful Bahri, Lc., MA. memberikan penjelasan tentang hal tersebut.
Saiful menjelaskan mayoritas ulama memperbolehkan patungan kurban. Namun dalam pelaksanaannya hewan kurban yang diperbolehkan adalah unta, sapi, dan kerbau dengan jumlah maksimal 7 orang.
Ibnu Qudamah dalam kitabnya al-Mughni juga mengatakan bahwa mayoritas ulama memperbolehkan patungan kurban.
Adapun syaratnya adalah, menggunkan hewan kurban sapi, kerbau atau unta. Yang layak, sehat segar dan tidak penyakitan.
Berdasarkan syarat ini, tentu hewan kurban bentuk kambing tidak diperbolehkan. Sedangkan untuk kurban sapi juga demikian, tidak boleh lebih dari tujuh orang.
Sementara menurut Imam An- Nawawi, patungan kurban sapi atau unta yang dilakukan oleh tujuh orang itu diperbolehkan, baik yang patungan merupakan bagian dari keluarganya maupun orang lain.
Kesimpulannya, patungan untuk membeli kurban sapi dan unta merupakan hal yang sah, asalkan patungan tidak lebih dari tujuh orang. Kemudian, bagi hewan kurban seperti kambing atau domba hanya boleh untuk perseorangan.
Syarat dan Ketentuan Patungan Kurban:
1. Hewan Kurban
Patungan kurban hanya diperbolehkan untuk hewan sapi atau unta. Kambing atau domba tidak boleh dikurbankan dengan cara patungan.
2. Jumlah Peserta
Maksimal 7 orang yang boleh patungan untuk satu ekor sapi atau unta.
3. Niat
Setiap peserta patungan harus berniat berkurban secara sah, dan tidak boleh hanya sekadar ikut-ikutan.
4. Pembagian Daging
Daging kurban harus dibagikan secara adil kepada yang berkurban dan juga kepada orang yang membutuhkan.
Lantas muncul pertangaan mana yang lebih baik, berkurban 1 ekor kambing atau patungan satu ekor sapi?
Secara keutamaan ibadah kurban, lebih baik berkurban satu ekor kambing untuk satu orang daripada patungan sapi untuk tujuh orang.
Kurban kambing sendiri memungkinkan satu orang untuk menyembelih dan menumpahkan darah sendiri, yang dianggap lebih utama.
Melansir dari NU Online, Ustadz M Mubasysyarum Bih menjelaskan bahwa para ulama telah menetapkan urutan keutamaan hewan untuk kurban.
Urutan tersebut adalah unta, sapi, kambing domba, kambing kacang, unta yang dikurbankan secara kolektif, dan sapi yang dikurbankan secara kolektif.
Kuantitas daging menjadi tolok ukur utama dalam penentuan urutan keutamaan tersebut.
Artinya, daging unta lebih diutamakan daripada sapi, dan sapi lebih diutamakan daripada domba.
Tolak ukur kedua adalah kualitas daging, yang berarti domba lebih diutamakan daripada kambing kacang.
Bagi orang yang mampu, kurban satu ekor sapi akan lebih baik dibandingkan satu ekor kambing. Namun bagaimana jika ada 7 orang yang berkurban saat pembelian sapi tersebut, apakah tetap lebih baik bagi yang berkurban kambing untuk satu orang?
Ustadz Mubasysyarum Bih juga menyatakan, kurban dengan satu ekor kambing secara pribadi akan lebih baik daripada berkurban satu ekor sapi secara kolektif.
Kambing secara perseorangan lebih baik, meskipun secara kuantitas dagingnya, kambing masih berada di bawah unta dan sapi.
Keutamaan dari macam-macam hewan kurban dilihat dari pertimbangan Syiar.
Sementara Syekh Khathib Al-Syarbini berkata:
Artinya: "Lebih utamanya macam-macam kurban dengan melihat pertimbangan syiar adalah unta kemudian sapi, karena daging unta lebih banyak. Kemudian domba, kemudian kambing kacang, sebab lezatnya daging domba melebihi kambing kacang, kemudia berkurban kolektif dalam unta atau sapi. Adapun melihat daging, maka daging domba adalah yang terbaik. Tujuh ekor kambing lebih utama dari satu ekor unta atau sapi. Satu ekor kambing lebih utama dari kurban unta atau sapi secara kolektif, sebab tersendiri dalam mengalirkan darah." (Syekh Khathib al-Syarbini, al-Iqna' Hamisy Hasyiyah al-Bujairimi, juz 4, hal. 334).
Berdasarkan hal tersebut, berkurban kambing secara perseorangan akan lebih utama dibandingkan berkurban sapi secara kolektif.
Sebab pahala dan keberkahan tetesan darah hewan kurban didapatkan secara pribadi dan tidak dibagi secara bersama-sama dengan orang lain yang berkurban.
Jadi kesimpulan dari beberapa ulama diatas bahwa, kurban satu kambing lebih utama daripada patungan sapi karena seseorang dapat melakukan penyembelihan sendiri, yang memiliki nilai ibadah yang lebih tinggi.
Selain itu kurban kambing untuk satu orang juga dianggap lebih banyak manfaatnya karena dagingnya bisa didistribusikan kepada lebih banyak orang.
Editor : Siti Aeny Maryam