LombokPost--Akun YouTube resmi Masjid Jogokariyan Yogyakarta dilaporkan diblokir oleh platform karena dituding berafiliasi dengan kelompok ekstremis.
Pihak masjid menyatakan bahwa pemblokiran tersebut terjadi setelah mereka mengunggah konten terkait Palestina, yang menurut mereka sepenuhnya sesuai dengan pedoman komunitas dan tidak mengandung unsur ekstremisme.
Sementara itu, akun Instagram resmi Masjid Jogokariyan juga sempat diklaim ikut terblokir.
Namun, pantauan terakhir menunjukkan akun tersebut masih aktif saat mengumumkan pemblokiran YouTube.
Baca Juga: Gratis, Masjid Jogokariyan Jogjakarta Siapkan Rendang Padang hingga Gulai Ayam selama Ramadan
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi atau independen mengenai status akun Instagram tersebut.
Penyebab pasti pemblokiran masih belum jelas, namun diduga berkaitan dengan kebijakan platform terhadap konten sensitif, terutama seputar isu geopolitik seperti konflik Israel–Palestina.
Kasus ini pun menimbulkan polemik di masyarakat, terutama menyangkut batasan kebebasan berekspresi di ranah digital.
Menanggapi hal ini, banyak netizen dan tokoh publik menyuarakan dukungan kepada Masjid Jogokariyan, sembari meminta platform media sosial untuk bersikap lebih adil dan transparan dalam menerapkan kebijakan moderasi konten.
Baca Juga: YouTube Bebas Blokir Usia di Australia! eSafety Geram, Ungkap Konten Berbahaya untuk Anak
Langkah Pemulihan Akun Instagram Masjid Jogokariyan
Apabila akun Instagram benar-benar dinonaktifkan, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengaktifkannya kembali:
-
Periksa email yang terhubung dengan akun Instagram untuk melihat notifikasi resmi dari pihak Instagram mengenai alasan penonaktifan dan petunjuk pemulihan.
-
Ajukan banding melalui formulir "Akun Instagram Saya Dinonaktifkan" di Pusat Bantuan Instagram, dengan mencantumkan nama pengguna serta penjelasan bahwa konten yang diunggah sesuai dengan pedoman komunitas.
-
Tunggu respons dari Instagram, yang umumnya memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.
-
Jika banding ditolak, opsi terakhir adalah membuat akun baru dan memastikan semua konten ke depannya sepenuhnya mematuhi kebijakan komunitas Instagram.
Dukungan Pengikut
Para pengikut dan simpatisan Masjid Jogokariyan dapat menunjukkan dukungan dengan:
-
Membantu menyebarluaskan informasi melalui platform lain seperti X (sebelumnya Twitter).
-
Berinteraksi secara aktif dengan akun media sosial lain milik Masjid Jogokariyan.
Baca Juga: Syahrini Blokir Seorang Netizen di Instagram Gara-gara Berkomentar Ini
Meski begitu, perlu disadari bahwa sistem moderasi Instagram sebagian besar dijalankan secara otomatis dan intervensi pengguna memiliki dampak terbatas terhadap proses pemulihan akun.
Editor : Kimda Farida