LombokPost--Umat Islam dianjurkan melaksanakan salat gerhana saat fenomena alam terjadi.
Tata cara salat gerhana sesuai sunnah dilaksanakan dua rakaat, dengan setiap rakaat dilakukan dua kali rukuk.
Pelaksanaannya dimulai dengan takbiratul ihram, membaca doa iftitah, Surah Al-Fatihah, serta surah lainnya.
Dilanjutkan rukuk, kemudian bangkit lagi untuk membaca Surah Al-Fatihah dan surah lainnya sebelum rukuk kedua.
Baca Juga: Salat Jenazah Cukup Sekali Salam? Ini Dalil Kuat Ulama Salaf dan Pandangan Mazhab
Setelah itu, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kembali.
Gerakan di rakaat kedua sama seperti rakaat pertama. Setelah itu, ditutup dengan tasyahud akhir dan salam.
Salat gerhana ini dilakukan sebagai bentuk pengingat kebesaran Allah atas fenomena alam.
Umat Islam diajak memperbanyak doa, zikir, dan istighfar saat salat gerhana berlangsung.
Menariknya, pada Minggu, 7 September 2025, masyarakat Indonesia bisa menyaksikan Gerhana Bulan Total.
Baca Juga: Panduan Lengkap Salat Tobat, Mensucikan dan Mendekatkan Diri kepada Ilahi
Saat puncaknya, bulan akan tampak merah karena hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.
Gerhana Bulan Total 2025 ini berlangsung selama 1 jam 22 menit, dimulai sekitar pukul 00.30 WIB hingga 01.53 WIB.
Fenomena Gerhana Bulan 2025 bisa diamati dengan mata telanjang, namun akan lebih jelas menggunakan teleskop.
Dari wilayah barat Indonesia, semua fase gerhana bisa dinikmati.
Sementara di Papua bagian timur, Bulan akan terbenam sebelum gerhana selesai.
Umat Islam dianjurkan menunaikan salat gerhana pada momen ini, sekaligus menyaksikan keindahan Gerhana Bulan 2025 yang langka.
Editor : Kimda Farida