Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPOM Tindak 11 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya dan Bahan Dilarang, Ini Daftarnya!

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Kepala BPOM Taruna Ikrar. (IST/LOMBOK POST)
Kepala BPOM Taruna Ikrar. (IST/LOMBOK POST)

Advertisement

Lombok Post- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, kembali menemukan pelanggaran serius dalam peredaran kosmetik di Indonesia.

Berdasarkan hasil pengawasan triwulan I Tahun 2026, BPOM mengidentifikasi sebanyak 11 kosmetik yang terbukti, mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang digunakan dalam kosmetik. 

“Temuan tersebut berasal dari pengawasan rutin terhadap produk yang beredar di masyarakat di seluruh Indonesia,” jelas Kepala BPOM Taruna Ikrar.

Advertisement

Dari total temuan, 4 merek merupakan kosmetik hasil kontrak produksi, 2 merek kosmetik lokal, 2 merek kosmetik impor, serta 3 merek kosmetik tanpa izin edar (TIE).

Seluruh produk tersebut telah melalui pengujian laboratorium BPOM dan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan keamanan. 

Advertisement

BPOM menemukan sejumlah bahan berbahaya dan dilarang dalam produk-produk tersebut, antara lain asam retinoat, deksametason, hidrokinon, merkuri, pewarna merah K10, serta senyawa 1,4-dioksan.

Temuan kosmetik mengandung bahan- bahan ini berpotensi menimbulkan risiko dan dampak serius bagi kesehatan masyarakat.

Daftar nama lengkap dan gambar 11 kosmetik mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang dapat dilihat di sini.

Asam retinoat dapat menyebabkan iritasi kulit hingga bersifat teratogenik bagi janin. Deksametason berisiko memicu dermatitis, jerawat, hingga gangguan hormonal.

Sementara itu, hidrokinon dan merkuri dapat menyebabkan perubahan warna kulit permanen dan iritasi. Merkuri bahkan dapat mengakibatkan kerusakan organ seperti ginjal.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BPOM Uji Sampel Produk Stevia Diduga Mengandung Pemanis Buatan, Manajemen Beeru Beri Klarifikasi

BPOM Uji Sampel Produk Stevia Diduga Mengandung Pemanis Buatan, Manajemen Beeru Beri Klarifikasi

Produk pemanis pengganti gula Beeru Stevia menjadi perbincangan di media sosial lantaran diduga mengandung pemanis buatan.

Viral Temuan Doktif, Beeru Stevia Akui Kandungan Tak Sesuai Label

Viral Temuan Doktif, Beeru Stevia Akui Kandungan Tak Sesuai Label

Beeru Stevia resmi tarik produk dari pasar setelah Dokter Detektif temukan kandungan pemanis buatan tidak sesuai label.

Ada E. Coli di Sampel MBG SDN Beber Penyebab Ratusan Siswa dan Guru Keracunan

Ada E. Coli di Sampel MBG SDN Beber Penyebab Ratusan Siswa dan Guru Keracunan

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan biang keladi keracunan MBG di Loteng adalah paparan bakteri Escherichia coli

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer