Program “Membangun Desa Panas Bumi dengan Hortikultura” sukses meraih Penghargaan CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan dari Kementerian Desa PDTT dan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF), Selasa (30/9).
Penghargaan ini menegaskan transisi energi bukan hanya soal listrik bersih, tapi juga perubahan nyata bagi warga.
Di Poco Leok, lokasi pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6, masyarakat kini memiliki lahan hortikultura produktif, akses air bersih, hingga kelompok tani mandiri.
Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UIP Nusra membangun jaringan pipa tiga kilometer, empat unit MCK, serta melatih 50 warga. Terbentuk 10 kelompok tani yang mengelola 1,6 hektare lahan hortikultura.
Program ini sekaligus menjawab persoalan gizi dan kemiskinan.
Angka stunting di tiga desa sekitar PLTP Ulumbu masih tinggi: Desa Wewo 22,9 persen, Desa Lungar 18,4 persen, dan Desa Mocok 20,2 persen.
Sementara 23 ribu jiwa atau 6,64 persen penduduk Manggarai hidup miskin.
Dampak program dirasakan nyata. Pendapatan keluarga naik rata-rata Rp 550 ribu per bulan.
Sebanyak 72 keluarga mandiri pangan dari kebun sendiri, 28 keluarga menikmati air bersih, 54 keluarga memperoleh penghasilan tambahan, dan 83 warga membuka usaha tani baru.
Evaluasi mencatat tingkat kepuasan masyarakat 92,8 poin dengan manfaat sosial-ekonomi lebih dari empat kali lipat nilai investasi.
Keberhasilan di Manggarai kini diperluas. Program Desa Berdaya hortikultura sudah direplikasi di Desa Nubahaeraka, Kabupaten Lembata (ring 1 PLTP Atadei) dan mulai berjalan di PLTP Mataloko, Kabupaten Ngada.
General Manager PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto menegaskan penghargaan ini jadi motivasi.
“Transisi energi tidak hanya soal mengalirkan listrik bersih. Energi harus menghadirkan manfaat nyata. Program ini lahir dari kebutuhan riil masyarakat, dikembangkan bersama, dan hasilnya langsung dirasakan warga,” ujarnya.
Kini kelompok tani binaan sudah memanen hasil bernilai jutaan rupiah, bahkan sebagian punya pelanggan tetap.
Desa sekitar panas bumi tak hanya jadi bagian dari transisi energi, tapi juga tumbuh sebagai desa mandiri yang kuat pangan dan ekonomi.
Program ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): pengentasan kemiskinan, pemenuhan gizi, penyediaan air bersih, hingga penguatan kelembagaan desa. (*)
Editor : Marthadi