Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), warga Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dibekali pelatihan hortikultura dan peternakan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Mereka menyalurkan bantuan dan memberikan pelatihan pertanian hortikultura serta peternakan kepada masyarakat Ring-1 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5-6 di Poco Leok, Selasa (28/10).
Program yang menjadi bagian dari Benefit Sharing Program (BSP) ini merupakan tindak lanjut aspirasi warga yang sebelumnya disampaikan dalam kegiatan Free, Prior, and Informed Consent (FPIC). Tujuannya, memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal di sekitar wilayah proyek.
Sebanyak 24 warga Dusun Tantong mengikuti pelatihan hortikultura bersama pelaku usaha lokal Lambertus Enga dan pendamping kelompok tani, Sulastriviana Nova Mot. Usai pelatihan, peserta menerima paket bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) seperti benih, pupuk, mulsa, serta obat-obatan.
Jenis bibit yang diberikan antara lain cabai, tomat, dan sayuran daun unggulan. Semua bantuan disiapkan agar warga dapat mengembangkan hasil pertanian secara produktif dan berkelanjutan.
Tak hanya di sektor pertanian, PLN juga menyalurkan 40 ekor anakan babi kepada warga Dusun Wewo dan Lale.
Bantuan tersebut dilengkapi dengan pakan, obat-obatan, serta pembangunan kandang permanen agar usaha peternakan dapat berkembang secara mandiri.
Asisten Manager Keuangan, Perizinan, Pertanahan, dan Umum PLN UPP Nusra 2 Augusta Ari Prasetyo mengatakan program ini menjadi bentuk nyata komitmen PLN mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Kami berharap bantuan ini menjadi stimulan bagi warga Desa Wewo untuk terus mengembangkan usaha hortikultura yang produktif dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Kepala Desa Wewo Laurensius Langgut menyebut program PLN sangat tepat sasaran.
“Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua BPD Desa Wewo, Yohanes Waldi Ngalas, menilai bantuan peternakan memberikan harapan baru bagi warganya.
“Kami sangat senang dengan bantuan 40 ekor babi ini. Harapannya program seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa setiap proyek PLN selalu mengedepankan aspek keberlanjutan.
“Kami ingin masyarakat tumbuh bersama proyek. Sinergi antara PLN dan warga menjadi fondasi penting bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di NTT,” tegasnya. (*)
Editor : Marthadi