Menteri Urusan Agama Islam, Sheikh Abdullatif Al Sheikh menjelaskan, perekrutan ini bersifat paruh waktu (part-time) dan telah mendapat persetujuan serta dukungan dari Raja Salman bin Abdul Aziz.
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah meningkatkan peran kementerian dalam melayani masjid serta meningkatkan kualitas tugas-tugas administratif dan teknis di seluruh kantor wilayah kementerian.
Baca Juga: Peluang Kerja Gaji Rp 5 Juta per Bulan! BPS RI Buka Lowongan 190 Ribu Petugas Sensus Ekonomi 2026
"Posisi baru ini tidak mensyaratkan pekerjaan penuh waktu, sehingga memungkinkan pelamar untuk melakukan dua pekerjaan sekaligus," ujar Sheikh Abdullatif, seperti dikutip dari Saudi Gazette, Minggu (23/11).
Sheikh Abdullatif menekankan bahwa peluang ini secara eksklusif diperuntukkan bagi warga negara Arab Saudi yang memenuhi syarat.
Para pelamar diimbau untuk mendaftar melalui sistem insentif di kantor wilayah kementerian.
Jumlah posisi yang sangat besar ini merupakan penutup dari Program Rencana Ketenagakerjaan Nasional di bawah kementerian agama Islam.
Dengan penambahan 31.000 posisi ini, kementerian telah merekrut total 91.000 pekerja, setelah sebelumnya 60.000 posisi telah terisi.
Program ambisius ini merupakan bagian integral dari upaya kementerian untuk mencapai tujuan besar Visi Arab Saudi 2030, yang salah satunya berfokus pada pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas layanan keagamaan di seluruh Kerajaan.
Sebelumnya, kementerian telah menyelesaikan proyek rekrutmen terbesar dalam sejarah negara itu dengan mengangkat 60.000 warga Saudi (laki-laki dan perempuan) untuk berbagai penempatan.
Perekrutan 31.000 posisi baru ini diharapkan dapat berdampak positif yang signifikan terhadap aparatur administratif dan teknis kementerian. (*)
Editor : Marthadi