Meski bencana mematikan itu telah menelan korban jiwa sebanyak 166 orang, termasuk tujuh di antaranya di Padangpariaman, rombongan legislatif tetap melanjutkan perjalanan ke Jogjakarta.
Pada Senin (1/12) malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, selain korban jiwa, ribuan warga terdampak bencana yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah, termasuk jembatan putus dan jalur komunikasi terhambat.
Namun, anggota Komisi I dan IV DPRD Padangpariaman malah sibuk menyerap ilmu soal penanganan Dinas Sosial dan masalah pariwisata di Sleman.
Ketua Komisi IV DPRD Padangpariaman Afredison berdalih bahwa kunker itu tidak bisa dibatalkan karena sudah terjadwal.
"Kami tidak enak karena sudah masuk surat," ujarnya, meskipun bencana sedang merundung daerah yang mereka wakili.
Namun, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sleman, Agung Armawanta, memberikan sindiran halus terhadap rombongan tersebut.
"Jika saya di posisi mereka, saya akan membatalkan perjalanan dinas demi rakyat," katanya, menegaskan pentingnya menegakkan integritas dalam situasi genting.
Seperti yang pernah ia lakukan ketika bertugas di Manado, Agung memilih untuk tidak melanjutkan tugas karena adanya demo di Sleman meski harus menanggung kerugian biaya tiket.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya turut mengunjungi Padangpariaman untuk menilai langsung dampak bencana, dengan Sekretaris Daerah Rudy Repenaldi Rilis melaporkan bahwa penanganan bencana terus dilakukan dengan koordinasi lintas sektor.
Namun, pernyataan Agung di Sleman menggambarkan kekecewaan terhadap pemimpin yang lebih fokus pada agenda pribadi ketimbang menangani kondisi darurat di daerah mereka sendiri.
Editor : Marthadi