Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banjir Mengajarkan Kita untuk Memperbaiki Hubungan dengan Alam

Lombok Post Online • Jumat, 19 Desember 2025 | 10:09 WIB
TERDAMPAK PARAH: Tampak rumah-rumah yang rusak akibat banjir di Desa Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa (2/12). Berdasarkan data sementara sebanyak 753 orang meninggal dan 650 hilang.
TERDAMPAK PARAH: Tampak rumah-rumah yang rusak akibat banjir di Desa Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa (2/12). Berdasarkan data sementara sebanyak 753 orang meninggal dan 650 hilang.

LombokPost - Mengapa banjir? “Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Alhamdulillah. Binikmatihi tatimmushholihat. Di hari Jumat yang penuh berkah. Kita masih bisa bersua kembali.

Pembaca yang berbahagia. Beberapa hari yang lalu. Daerah kita Kota Mataram dan sebagian Kabupaten Lombok Barat dilanda musibah banjir. Air meluap membanjiri rumah, jalan, dan perkantoran.

Kita tentu merasa sedih melihat kerugian dan kesulitan yang dialami oleh saudara-saudara kita. Namun, sebagai orang beriman, kita meyakini bahwa di balik setiap musibah yang Allah takdirkan, terdapat hikmah dan pelajaran yang sangat berharga.

Lalu mengapa bisa banjir? Berdasarkan hasil pengamatan. Penulis seringkali melihat sebagian warga yang tidak merasa diri berdosa atau bersalah membuang sampah berkarung-karung dari atas kendaraan ke sungai atau selokan, lalu ditinggal pergi begitu saja.

Kesadaran masyarakat tentang bahaya banjir tergolong masih rendah. Banyak pula sempadan sungai kecil dan besar beralih fungsi menjadi tempat tinggal dan lainnya.

Karena itu, banjir yang telah kita rasakan kemarin, harus kita jadikan sebagai peringatan sekaligus sebagai ujian. Allah SWT  dalam Alquran Surah Al Baqarah 155 berfirman: “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Namun demikian, salah satu hikmah banjir adalah menjadi salah satu ujian dari Allah untuk menguji kesabaran, keteguhan iman, serta kepedulian sosial kita terhadap sesama.

Musibah banjir juga mengingatkan kita akan kelemahan manusia di hadapan kekuasaan Allah.

Betapa pun manusia berusaha mengatur aliran air, tetap saja jika Allah berkehendak menurunkan hujan terus-menerus dan menahan air di sungai, manusia tidak akan mampu mencegahnya.

Pembaca yang berbahagia. Musibah banjir yang telah berlalu mengajarkan kita untuk memperbaiki hubungan kita dengan alam.

Rusaknya lingkungan, penebangan pohon secara liar, dan sampah yang dibuang sembarangan menjadi salah satu sebab terjadinya banjir.

Kita diingatkan untuk kembali menjaga bumi yang Allah titipkan ini sebagai bentuk ketaatan kepadaNya.

Diantara hikmah lain dari banjir adalah menjadi ladang pahala bagi orang yang membantu korban terdampak banjir.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW “Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini memberikan pesan moral agar kita menjadi manusia yang selalu ringan tangan dalam arti yang positif.

Membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir dengan membantu makanan, pakaian, tenaga, atau doa.

Ini adalah salah satu cara kita meraih ampunan dan rahmat Allah SWT.

Selanjutnya, marilah kita bermuhasabah dan meningkatkan amal saleh.

Seringkali Allah menurunkan musibah untuk mengingatkan manusia agar kembali kepada-Nya, meninggalkan maksiat, dan menjaga kebaikan dalam kehidupan.

Dan jangan lupa untuk memperbanyak istighfar, memohon ampunan kepada Allah, karena istighfar dapat menjadi sebab turunnya rahmat Allah dan hilangnya kesulitan.

Allah SWT berfirman: “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun.

Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai.”(QS. Nuh: 10-12).

Semoga dengan musibah ini, hati kita menjadi lebih dekat kepada Allah, meningkatkan rasa syukur, serta menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat untuk memperbaiki perilaku kita terhadap alam tempat tinggal kita.

Jangan menjadi orang yang serakah dan jangan pula menjadi orang yang tidak perduli terhadap lingkungan dan terhadap sesama. Wallahu’lam bisshawab. (*)

Editor : Kimda Farida
#kepedulian sosial #sungai #kelaparan #musibah #Banjir