Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PLN Masuk Poros Strategis Bali–NTB–NTT, Energi Bersih Jadi Mesin Baru Pariwisata Sunda Kecil

Marthadi • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:37 WIB

Para gubernur menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (KR-BNN), Rabu (28/1).
Para gubernur menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (KR-BNN), Rabu (28/1).
LombokPost - Kolaborasi tiga provinsi di kawasan Sunda Kecil memasuki babak baru. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) tampil sebagai aktor kunci dalam kerja sama regional Bali–Nusa Tenggara Barat (NTB) - Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menempatkan energi bersih sebagai fondasi pembangunan terintegrasi dan pariwisata hijau berkelanjutan.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN) digelar di kawasan ITDC Golo Mori, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (28/1).

Penandatanganan kerja sama ini menandai penguatan kolaborasi lintas provinsi di kawasan Sunda Kecil guna mendorong pembangunan yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan bahwa para gubernur Bali, NTB, dan NTT telah menyepakati lima sektor prioritas sebagai tulang punggung kerja sama regional tersebut.

“Lima sektor itu meliputi perhubungan, pariwisata, energi, perdagangan, serta integrasi perencanaan pembangunan. Semua sektor ini akan disinergikan untuk mempercepat kemajuan tiga provinsi,” ujar Melkiades.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta nasional dan internasional, agar kerja sama ini benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dari sisi energi, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa konektivitas antardaerah menjadi kunci utama keberhasilan kerja sama tersebut, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor energi dan sektor potensial lainnya.

“Konektivitas menjadi elemen penting dalam komitmen lima sektor kerja sama ini, terutama di sektor energi,” kata Iqbal.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menilai pariwisata sebagai motor penggerak utama ekonomi kawasan yang harus dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif lintas provinsi.

“Kami sepakat pengembangan pariwisata dan sektor lainnya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Salah satu bentuk konkret kerja sama ini adalah pengembangan paket wisata bahari yang menghubungkan Bali, NTB, hingga NTT,” ujar Koster.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra Rizki Aftarianto menyatakan kerja sama KR-BNN sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung kawasan Bali–Nusa Tenggara sebagai destinasi pariwisata unggulan berbasis energi bersih.

“Kerja sama tiga provinsi ini sangat strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui pemanfaatan energi baru terbarukan seperti panas bumi, surya, dan tenaga air, PLN berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, rendah emisi, dan mendukung pariwisata hijau,” ujarnya.

Sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Hijau 2025, PLN UIP Nusra saat ini mengakselerasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, PLTP Atadei, dan PLTP Mataloko untuk memperkuat bauran energi bersih di kawasan Bali–Nusa Tenggara.
Ke depan, PLN juga merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Rote, Pulau Sumba, dan Pulau Alor, serta terus memetakan potensi energi terbarukan lainnya sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada energi dan pariwisata hijau berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

Editor : Marthadi
#pltp #plts #pariwisata hijau #Kerja Sama Bali NTB NTT #energi bersih #PLN UIP Nusra