Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jangan Salah Niat! Ini 6 Lafal Niat Puasa Ramadan Menurut Ulama Syafi’i

Marthadi • Kamis, 19 Februari 2026 | 14:31 WIB

Ilustrasi membaca niat puasa. (Gemini AI)
Ilustrasi membaca niat puasa. (Gemini AI)
LombokPost – Puasa tanpa niat, tak sah. Dalam Mazhab Syafi’i, niat menjadi rukun yang wajib dilakukan pada malam hari, sejak terbenam matahari hingga terbit fajar.

Hal itu ditegaskan Ustadz Alhafiz Kurniawan, wakil sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU).

Dikutip dari NU Online, Rabu (18/2/2026), ia menjelaskan bahwa niat puasa wajib tertanam di dalam hati untuk puasa Ramadan, puasa nazar, maupun qadha puasa wajib.

“Niat puasa wajib di dalam hati pada malam hari… merupakan kewajiban yang menentukan keabsahan puasa seseorang menurut Mazhab Syafi’i. Adapun pelafalan niat puasa sangat dianjurkan,” tulisnya dalam artikel berjudul Ini Lafal Niat Puasa Ramadan.

  1. Hasyiyatul Jamal dan Irsyadul Anam

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā

Artinya sama seperti redaksi pertama.

Pada versi ini, Ramadhāni diakhiri kasrah karena menjadi mudhaf ilaihi sekaligus mudhaf. Sementara sanati tetap dibaca kasrah.

 3. Asnal Mathalib (Redaksi Pertama)

 نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanata lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah ta’ala.”

Kata sanata diakhiri fathah karena berkedudukan sebagai zharaf (keterangan waktu).

 Baca Juga: Drama 6 Gol! Comeback Gila Club Brugge Bikin Atletico Madrid Gigit Jari

  1. Asnal Mathalib (Redaksi Kedua)

نَوَيْتُ صَوْمَ الْغَدِ مِنْ هٰذِهِ السَّنَةِ عَنْ فَرْضِ رَمَضَانَ

Nawaitu shaumal ghadi min hādzihis sanati ‘an fardhi Ramadhāna

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari pada tahun ini perihal kewajiban Ramadan.”

 

  1. I’anatut Thalibin (Versi Singkat)

نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ

Nawaitu shauma Ramadhāna

Artinya: “Aku berniat puasa bulan Ramadan.”

 6. I’anatut Thalibin (Versi Harian)

 نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ/عَنْ رَمَضَانَ

Nawaitu shauma ghadin min/‘an Ramadhāna

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari pada bulan Ramadan.”

Ustadz Alhafiz menegaskan, yang paling utama adalah niat di dalam hati. Pelafalan niat sangat dianjurkan untuk membantu menghadirkan kesadaran dan kekhusyukan.

Dengan memahami redaksi niat yang benar, umat Islam diharapkan dapat menjalankan puasa Ramadan secara sah dan sesuai tuntunan Mazhab Syafi’i.

Editor : Marthadi
#Mazhab Syafii #nu online #lafal niat puasa #Puasa Ramadan 2026 #Niat Puasa Ramadan