Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Buka Puasa Jadi Spesial! Gerhana Bulan Total 'Blood Moon' Hiasi Langit Indonesia 3 Maret 2026, Ini Jadwal Lengkapnya!

Nurul Hidayati • Senin, 2 Maret 2026 | 12:40 WIB

Gerhana bulan total akan terjadi malam ini dan dapat disaksikan masyarat NTB dari rumah
Gerhana bulan total akan terjadi malam ini dan dapat disaksikan masyarat NTB dari rumah

LombokPost - Kabar gembira bagi Sobat BMKG! Di tengah khidmatnya bulan suci Ramadan, sebuah fenomena alam langka berupa Gerhana Bulan Total (GBT) atau sering disebut Blood Moon akan menyapa langit Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026.

Menariknya, puncak fenomena ini diprediksi terjadi bertepatan dengan waktu berbuka puasa untuk wilayah Indonesia Barat.

Dalam podcast Temu-Tamu BMKG, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG A. Fachri Radjab

menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.

"Cahaya matahari terhalangi oleh Bumi, sehingga Bulan tertutup bayangan. Namun, karena adanya hamburan cahaya (Hamburan Rayleigh), Bulan akan tampak berwarna merah," jelasnya.

Kapan Waktu Terbaik Melihatnya?

Fenomena ini memiliki beberapa fase yang bisa diamati. Berikut adalah jadwal rincinya (dalam WIB).

 Baca Juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Dilihat di Indonesia, Ini Jadwal Lengkap dan Waktu Puncak Blood Moon

Fase Awal (Penumbra): Mulai sekitar pukul 15.00 WIB.

Gerhana Sebagian: Mulai pukul 16.40 WIB.

Gerhana Bulan Total (Puncak): Terjadi pukul 18.03 WIB.

 Baca Juga: Gerhana Bulan Merah 8 September: Ramalan Lengkap Zodiak, Energi Batin, dan Peluang Baru!

Fase Berakhir: Seluruh rangkaian gerhana selesai sekitar pukul 21.00 WIB.

Bagi warga di Indonesia Timur, Anda sangat beruntung karena seluruh rangkaian fase dari awal hingga akhir dapat disaksikan dengan lebih jelas karena posisi matahari yang sudah lebih dulu terbenam.

Mitos vs Fakta: Aman untuk Mata?

Banyak mitos beredar mulai dari raksasa pemakan bulan hingga larangan keluar bagi ibu hamil. Dr. Fahri menegaskan bahwa semua itu tidak benar.

Aman: Gerhana Bulan Total aman dilihat langsung dengan mata telanjang tanpa alat bantu atau kacamata khusus.

Dampak: Satu-satunya dampak nyata adalah kondisi pasang surut air laut yang lebih tinggi karena gaya gravitasi bulan, bukan hal-hal mistis atau bencana.

Live Streaming 36 Lokasi

Bagi Anda yang ingin melihat lebih detail, BMKG akan melakukan pengamatan di 36 lokasi seluruh Indonesia.

Masyarakat bisa menyaksikan secara live streaming melalui kanal resmi info BMKG. Dr. Fahri juga mengingatkan bagi umat Muslim untuk melaksanakan salat sunah gerhana (Khusuf) setelah melihat fenomena ini.

Editor : Kimda Farida
#ramadan #gerhana bulan total #cahaya #bmkg #Puasa